BANDAR LAMPUNG — Potensi gelombang tinggi hingga 3,1 meter menghantui aktivitas pelayaran di pesisir barat dan selatan Lampung pada Kamis (20/8/2026). Kondisi ini kontras dengan perairan timur Lampung dan Selat Sunda utara yang diprakirakan relatif tenang dengan tinggi gelombang di bawah satu meter.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pola angin di perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2–20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan, dan Teluk Lampung bagian selatan.
Tiga Zona Perairan Masuk Kategori Gelombang Tinggi
BMKG mengategorikan gelombang 1,25–2,5 meter sebagai sedang, sementara 2,5–4 meter masuk kategori tinggi. Artinya, tiga titik utama di Lampung perlu diwaspadai karena berada di atas ambang batas aman.
- Selat Sunda Selatan Lampung — gelombang diperkirakan menembus 2,5 meter
- Perairan Barat Lampung — tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 3,1 meter
- Samudra Hindia barat Lampung — berpotensi mengalami gelombang tertinggi hingga 3,1 meter
Nelayan dan Penyeberangan Diminta Pantau Prakiraan Cuaca
Nelayan yang mengoperasikan kapal kecil dan masyarakat yang hendak beraktivitas di laut diminta memantau perkembangan prakiraan BMKG sebelum berangkat. Pengguna jasa penyeberangan, khususnya lintas Selat Sunda, juga diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan dengan kondisi cuaca terkini.
Meski perairan timur Lampung dan Selat Sunda utara masih relatif aman dengan gelombang di bawah satu meter, potensi angin kencang di Teluk Lampung bagian selatan tetap perlu diantisipasi. Kecepatan angin yang mencapai 20 knot dapat memengaruhi kestabilan kapal berukuran kecil hingga menengah.
BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa musim angin timur kerap membawa dinamika cuaca laut yang fluktuatif di perairan selatan Sumatra. Masyarakat pesisir diharapkan tidak memaksakan diri melaut apabila peringatan dini gelombang tinggi masih berlaku.