6 Satwa Langka Khas Lampung yang Terancam Punah, dari Gajah Sumatera hingga Badak Jawa

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:37:59 WIB
Gajah Sumatera di Lampung menghadapi ancaman habitat akibat perluasan lahan perkebunan.

BANDAR LAMPUNG — Provinsi Lampung menjadi salah satu kantong keanekaragaman hayati paling penting di Sumatera, namun tekanan terhadap habitat satwa langka kian meningkat. Enam spesies yang masuk daftar prioritas perlindungan nasional kini berada di ambang kepunahan jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah dan masyarakat.

Gajah Sumatera: Populasi Terfragmentasi di Hutan Lindung

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) masih bisa dijumpai di kawasan hutan lindung Register 30 dan Register 40 di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Namun konflik dengan manusia terus terjadi karena perluasan lahan perkebunan sawit dan permukiman yang memangkas jalur jelajah mereka.

Data terakhir menunjukkan populasi gajah di Sumatera tidak lebih dari 2.400 ekor. Di Lampung, sebagian besar hidup dalam kelompok kecil yang terisolasi, meningkatkan risiko perkawinan sedarah dan rawan perburuan gading.

Badak Jawa: Hanya Tersisa di Ujung Kulon, Tapi Lampung Punya Peran

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) memang tidak lagi hidup liar di Lampung, namun kawasan Taman Nasional Way Kambas dan hutan lindung lainnya menjadi habitat potensial untuk reintroduksi di masa depan. Saat ini populasi global badak jawa hanya sekitar 76 ekor yang seluruhnya berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Pemerintah Provinsi Lampung telah memasukkan kawasan penyangga di sekitar Way Kambas sebagai zona konservasi untuk mengantisipasi perluasan habitat badak jawa jika program translokasi direalisasikan.

Harimau Sumatera: Konflik Meningkat di Tiga Kabupaten

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kerap muncul di perkebunan warga di Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Sepanjang 2024, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung mencatat setidaknya 12 laporan kemunculan harimau di dekat pemukiman.

Habitat harimau yang terus menyempit memaksa satwa ini mencari mangsa hingga ke area pertanian. Populasi diperkirakan kurang dari 400 ekor di seluruh Sumatera.

Tapir Asia: 'Kuda Nil Mini' yang Jarang Terlihat

Tapir asia (Tapirus indicus) menjadi salah satu satwa paling misterius di hutan Lampung. Mamalia dengan moncong mirip belalai ini hidup di hutan primer Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Way Kambas.

Meski jarang terlihat, jejak tapir kerap ditemukan tim patroli hutan. Perburuan untuk diambil daging dan kulit masih menjadi ancaman utama, selain deforestasi untuk pembukaan lahan kopi dan lada.

Rangkong Badak: Burung dengan Paruh Ikonik yang Diburu

Rangkong badak (Buceros rhinoceros) atau burung enggang menjadi maskot satwa langka Lampung. Burung berparuh besar ini berperan penting dalam penyebaran biji-bijian di hutan tropis.

Perburuan untuk diambil paruh dan bulunya sebagai hiasan masih marak di pasar gelap. Populasi rangkong badak di Lampung diperkirakan terus menurun seiring hilangnya pohon-pohon besar tempat mereka bersarang.

Siamang: Primata Endemik yang Kian Terdesak

Siamang (Symphalangus syndactylus) adalah primata khas Sumatera yang masih bisa ditemukan di hutan dataran rendah Lampung. Suara panggilan khas mereka yang nyaring kerap terdengar di pagi hari di kawasan TNBBS.

Konversi hutan menjadi perkebunan karet dan sawit menjadi penyebab utama penyusutan populasi siamang. BKSDA Lampung mencatat beberapa kelompok siamang kini terisolasi di petak-petak hutan kecil yang tidak saling terhubung.

Upaya Perlindungan: Patroli Hutan hingga Rehabilitasi

BKSDA Lampung bersama organisasi non-pemerintah seperti Yayasan Badak Indonesia dan WWF Indonesia menjalankan patroli rutin di titik-titik rawan perburuan. Selain itu, pusat rehabilitasi di Way Kambas menampung gajah dan harimau hasil sitaan atau konflik dengan manusia.

Masyarakat di sekitar kawasan konservasi juga dilibatkan dalam program desa penyangga, di mana mereka mendapat insentif ekonomi jika menjaga hutan dan tidak berburu satwa. Namun anggaran perlindungan masih terbatas, dan luas area yang harus diawasi mencapai ribuan hektare.

Fakta Singkat: Enam Satwa Langka Lampung

  • Gajah Sumatera: tersisa kurang dari 200 ekor di Lampung, tersebar di Register 30 dan 40
  • Harimau Sumatera: 12 konflik tercatat pada 2024 di tiga kabupaten
  • Badak Jawa: 76 ekor di dunia, Lampung jadi zona reintroduksi potensial
  • Tapir Asia: hidup di TNBBS dan Way Kambas, terancam perburuan
  • Rangkong Badak: populasinya terus turun karena hilangnya pohon sarang
  • Siamang: kelompok terisolasi di petak hutan kecil akibat konversi lahan
Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: lampung.indozone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top