BANDAR LAMPUNG — Dua ekor bayi harimau sumatera yang lahir di Lampung resmi diberi nama Puspa dan Muli Sikop. Penamaan ini dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung sebagai bagian dari kampanye konservasi satwa endemik Pulau Sumatera.
Puspa dan Muli Sikop menjadi representasi dari kekayaan fauna lokal yang kini populasinya kian terancam. Dengan adanya kelahiran ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan harimau sumatera semakin meningkat.
Nama Puspa diambil dari bahasa setempat yang berarti bunga, melambangkan keindahan dan kelembutan. Sementara Muli Sikop memiliki makna kuat dan gagah, mencerminkan karakteristik harimau sumatera sebagai predator puncak di ekosistem hutan tropis.
Pemberian nama ini tidak sekadar seremonial. Menurut pihak Disparekraf Lampung, nama-nama tersebut dipilih agar mudah diingat dan memiliki nilai filosofis yang dekat dengan budaya lokal, sehingga pesan konservasi bisa lebih efektif tersampaikan ke publik.
Kehadiran Puspa dan Muli Sikop diharapkan bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin belajar tentang konservasi satwa liar. Lampung selama ini dikenal dengan destinasi alam seperti Taman Nasional Way Kambas, yang menjadi habitat utama harimau sumatera.
Dengan sinergi antara Disparekraf dan lembaga konservasi, kelahiran dua bayi harimau ini menjadi bukti bahwa upaya perlindungan satwa bisa berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata daerah.
Pemerintah provinsi pun terus mendorong program konservasi berbasis masyarakat agar populasi harimau sumatera tidak semakin terdesak oleh alih fungsi lahan dan perburuan liar.