69 Gerai Koperasi Merah Putih Terbentuk di Bandar Lampung, Baru Satu Rampung Dibangun, Target Agustus 2026

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:16:00 WIB
gerai Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung telah terbentuk, dengan satu gerai besar selesai dibangun di Perumnas Way Halim.

BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 69 gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah terbentuk di Kota Bandar Lampung dari total 126 yang direncanakan. Namun, mayoritas masih dalam tahap pembangunan fisik dan belum beroperasi penuh.

Dari 69 gerai yang sudah ada, tujuh di antaranya masuk kategori gerai besar. Sisanya merupakan gerai skala kecil yang tersebar di berbagai kelurahan. Hingga saat ini, baru satu gerai besar yang benar-benar selesai dibangun, yakni di kawasan Perumnas Way Halim, tepatnya di belakang PKOR Way Halim.

"Yang baru launching kemarin di Perumnas Way Halim itu sudah tahap selesai pembangunan, tinggal pengisian saja," ujar Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Rahma, Kamis (21/5/2026).

Gerai Besar Lain Masih Proses Pembangunan

Rahma menjelaskan, total ada tujuh lokasi yang direncanakan menjadi gerai besar di Bandar Lampung. Namun, selain di Perumnas Way Halim, enam lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan fisik.

"Untuk pembangunan lahan gerai usaha ada tujuh di Bandar Lampung, dan yang baru selesai pembangunan baru satu gerai yang sudah bisa dilihat di KKMP Perumnas Way Halim," jelasnya.

Program Koperasi Kelurahan Merah Putih ini merupakan bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang didorong pemerintah pusat dan daerah. Setiap gerai nantinya akan menjadi pusat usaha sekaligus pemasaran produk lokal.

Di Gulak Galik, Baru Simpan Pinjam yang Berjalan

Situasi berbeda terlihat di Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara. Berdasarkan pantauan, gerai koperasi di wilayah tersebut masih dalam tahap pembangunan. Akibatnya, aktivitas koperasi belum berjalan maksimal.

Lurah Gulak Galik, Sobri mengatakan, untuk sementara koperasi hanya menjalankan kegiatan simpan pinjam antar anggota. Pasokan sembako dan pemasaran produk lokal belum bisa dilakukan karena belum ada bangunan gerai.

"Untuk sementara sembako juga belum berjalan karena gerainya masih dibangun. Jadi yang berjalan baru simpan pinjam antar anggota saja," kata Sobri.

Pembangunan gerai di Kelurahan Gulak Galik berada di depan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung. Proyek ini berasal dari pemerintah pusat dengan sistem pinjam pakai lahan. Kelurahan hanya menerima hasil jadi atau sistem terima kunci.

Target Rampung Agustus 2026, Produk Lokal Menunggu Gerai

Sobri menambahkan, saat ini koperasi di Kelurahan Gulak Galik memiliki lebih dari 50 anggota yang terdiri dari pengurus dan anggota. Namun, produk lokal unggulan belum bisa dipasarkan karena keterbatasan tempat.

"Produk lokal juga belum ada karena gerainya belum ada. Di koperasi kita ada 50 lebih anggota pengurus dan anggota," ujarnya.

Pemerintah kelurahan menargetkan pembangunan gerai selesai pada Agustus 2026. Setelah itu, aktivitas koperasi diharapkan bisa berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Targetnya Agustus 2026 selesai. Kendalanya paling tempat gerai saja yang belum ada. Mudah-mudahan cepat jadi," tandas Sobri.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top