BANDAR LAMPUNG — Lonjakan harga pangan kembali terjadi di ibu kota Provinsi Lampung. Berdasarkan pantauan di Pasar Bambu Kuning dan Pasar Tugu, harga cabai besar kini bertengger di angka Rp75.000 per kilogram, naik signifikan dibanding pekan sebelumnya yang masih berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kg.
Pedagang di Pasar Bambu Kuning mengeluhkan kenaikan ini terjadi secara mendadak sejak Senin (18/5/2026). Selain cabai besar, komoditas lain yang ikut merangkak naik adalah bawang putih yang kini dijual Rp42.000 per kg dan minyak goreng curah yang menyentuh Rp18.500 per liter. Sementara itu, harga beras medium masih relatif stabil di angka Rp12.500 per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bandar Lampung menyebutkan bahwa lonjakan harga cabai besar dipicu oleh menurunnya hasil panen di dataran tinggi Lampung Barat dan Tanggamus. "Hujan intensitas tinggi dalam dua pekan terakhir menyebabkan gagal panen di sejumlah lahan petani, sehingga pasokan ke pasar induk berkurang drastis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Kenaikan harga ini langsung dirasakan oleh ibu rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner di Bandar Lampung. Seorang pedagang sambal di Kelurahan Tanjung Karang mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya sebesar 15 persen. "Biasanya beli cabai Rp50.000 dapat satu kilo, sekarang cuma dapat tiga perempat. Margin kami tipis," katanya.
Menanggapi situasi ini, Pemkot Bandar Lampung berencana menggelar operasi pasar murah di lima kecamatan mulai pekan depan. Disperindag juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menyalurkan stok cabai dari daerah penyangga seperti Sumatra Selatan dan Jawa Timur. "Kami targetkan harga cabai besar bisa kembali ke level Rp50.000 per kg dalam dua pekan ke depan," pungkas Kepala Disperindag.