LAMPUNG — Kepastian gelar juara ke-14 Arsenal, atau yang ketiga terbanyak dalam sejarah sepak bola Inggris, datang tanpa harus bertanding. Manchester City gagal memanfaatkan tekanan setelah kemenangan tipis Arsenal atas Burnley, 1-0, pada Senin (18/5) lalu lewat gol Kai Havertz.
Bermain di Vitality Stadium, City justru tertinggal lebih dulu melalui gol Eli Junior Kroupi pada menit ke-57. Meski Erling Haaland menyamakan kedudukan di masa injury time, hasil imbang 1-1 itu membuat jarak poin tetap empat angka dengan satu pertandingan tersisa.
Kemenangan tipis Arsenal atas Burnley pada laga sebelumnya menjadi momen krusial. The Gunners memenangi empat pertandingan beruntun tanpa kebobolan setelah kekalahan dari City di Etihad Stadium bulan lalu.
“Kami tahu dari dalam diri bahwa kami punya keyakinan dan masih bisa menang,” ujar Declan Rice kepada BBC Sport. “Ini emosional karena perjalanan klub ini selama 10 tahun terakhir—naik turun. Saya tidak ada di sini sebelumnya, tapi saya tahu dan mendengarnya. Klub ini pantas mendapatkan hal-hal baik.”
Kegagalan City mempertahankan gelar terjadi di musim terakhir Pep Guardiola yang akan hengkang setelah 10 tahun membangun dinasti. Mantan bek City, Micah Richards, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Selamat untuk Arsenal, tapi dari City, kami berharap lebih. Saat gelar ada di tangan mereka, mereka tidak bisa menyelesaikannya,” kata Richards. “Ini hari yang buruk. Jatuh seperti ini—kalah dari Everton, imbang lawan Bournemouth—kami berharap lebih.”
Gelar ini menjadi yang pertama sejak era Arsene Wenger yang membawa Arsenal juara tiga kali, termasuk musim tak terkalahkan 2003/2004 yang melahirkan julukan ‘The Invincibles’. Kini, di musim penuh ketujuh Mikel Arteta, mahkota Premier League kembali ke Emirates Stadium.
Perayaan liar terjadi di seluruh penjuru London utara. Para penggemar memadati pub untuk menyaksikan pertandingan City dan berharap pesta juara tanpa tim kesayangan mereka bertanding.
Arsenal masih berpeluang meraih double perdana dalam sejarah klub dengan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions, Sabtu (30/5) di Budapest.