BANDAR LAMPUNG — Cuaca di sejumlah perairan Lampung pada Jumat (15/5/2026) diperkirakan tidak bersahabat. BMKG mencatat potensi hujan ringan hingga hujan petir mendominasi wilayah Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung, dan Perairan Timur Lampung. Kondisi ini diperparah dengan kecepatan angin yang berkisar antara 8 hingga 15 knot, serta tinggi gelombang yang diprediksi mencapai 1,0 hingga 2,5 meter.
BMKG secara spesifik menyoroti Samudra Hindia barat Lampung sebagai zona yang perlu diwaspadai. Pada malam hingga dini hari nanti, gelombang di kawasan ini berpotensi meningkat secara signifikan. Nelayan yang biasa melintas di jalur tersebut diminta untuk selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum memutuskan berlayar.
Di Perairan Barat Lampung dan Teluk Lampung, cuaca diperkirakan hujan ringan hingga hujan petir pada pagi dan siang. Angin bertiup dari timur laut ke utara dengan kecepatan 3–10 knot, sementara tinggi gelombang berkisar 0,7–1,1 meter. Meski secara umum masih relatif aman untuk kapal kecil dan penyeberangan lokal, BMKG tetap mengingatkan agar waspada terhadap gust angin mendadak saat petir terjadi.
Sementara itu, Perairan Timur Lampung mencatat kondisi yang lebih tenang. Gelombang di sana hanya berkisar 0,4–0,7 meter dengan angin 6–12 knot. Namun, potensi hujan petir tetap ada sehingga kewaspadaan tidak boleh kendur.
BMKG Maritim mengeluarkan imbauan khusus bagi nelayan tradisional dan pengguna kapal kecil. Mereka diminta untuk menghindari aktivitas melaut saat hujan petir terjadi. Selain itu, pemantauan terhadap pembaruan cuaca maritim sebelum berlayar menjadi langkah wajib yang harus dilakukan.
“Angin kencang sesaat bisa datang tanpa peringatan panjang. Jangan memaksakan diri jika kondisi cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda memburuk,” demikian peringatan yang disampaikan BMKG dalam rilis resminya.