LAMPUNG — Meta kembali memperluas gudang fitur Instagram dengan meluncurkan Instants, sebuah cara baru untuk berbagi foto yang akan hilang otomatis setelah dibuka oleh penerima. Meski secara fungsional sangat mirip dengan fitur inti Snapchat, implementasi Instagram kali ini membawa risiko blunder sosial yang cukup besar bagi pengguna yang tidak teliti melihat pengaturan audiens.
Berbeda dengan pengiriman foto lewat Direct Message (DM) biasa yang mengharuskan pengguna memilih kontak satu per satu, Instants mendorong distribusi massal. Saat pertama kali membuka kamera Instants, sistem secara otomatis memilih kategori "Friends" sebagai target utama. Dalam ekosistem Instagram, kategori ini mencakup seluruh mutuals atau akun yang Anda ikuti dan mereka mengikuti Anda kembali.
Kondisi ini membuat pengguna yang terbiasa dengan privasi ketat harus ekstra waspada. Jika Anda memiliki ratusan atau ribuan mutuals, satu ketukan ceroboh bisa membuat foto santai Anda terkirim ke semua orang tersebut sekaligus tanpa kurasi manual.
Fitur Instants terletak di pojok kanan bawah menu DM dalam bentuk tab yang bisa muncul-tutup (pop-out). Begitu kamera diaktifkan, pengguna bisa mengambil foto dengan kamera depan atau belakang, menambahkan teks, dan mengirimkannya. Masalahnya, tombol "Undo" atau pembatalan hanya muncul selama beberapa detik setelah foto diambil sebelum benar-benar terkirim ke daftar teman yang terpilih.
Instagram memang menyediakan opsi untuk membatasi pengiriman hanya ke daftar "Close Friends". Namun, navigasi untuk mengubah pilihan ini dianggap kurang intuitif bagi sebagian pengguna. Ada risiko pengguna justru tidak sengaja menghapus seluruh daftar Close Friends mereka saat mencoba melakukan seleksi kontak, karena desain antarmuka yang mencampuradukkan fungsi pemilihan dan pengeditan daftar.
Meskipun foto akan hilang dari sisi penerima setelah dilihat, Instagram tetap menyimpan salinan foto tersebut di sisi pengirim. Perusahaan mengonfirmasi bahwa setiap tangkapan Instants akan tersimpan dalam arsip akun selama satu tahun. Pengguna memiliki opsi untuk membagikan kembali foto-foto lama dari arsip tersebut ke Instagram Stories jika diinginkan.
Langkah Instagram meluncurkan Instants mempertegas pola lama Meta dalam menghadapi kompetisi di industri media sosial. Strategi ini sebelumnya terbukti sukses saat mereka mereplikasi fitur Stories dari Snapchat dan Reels untuk membendung dominasi TikTok di pasar video pendek berdurasi singkat.
Kali ini, Instagram mencoba mengambil alih aspek spontanitas dan efemeralitas yang selama ini menjadi kekuatan utama Snapchat. Dengan mengintegrasikan fitur ini langsung ke dalam DM, Instagram berusaha meningkatkan retensi pengguna agar tidak perlu berpindah aplikasi saat ingin berbagi momen kasual yang tidak perlu dipajang selamanya di profil atau Stories.
Bagi pengguna yang merasa terganggu dengan kehadiran fitur ini, Instagram menyediakan opsi untuk menyembunyikannya. Pengguna cukup menggeser (swipe) antarmuka Instants di dalam menu DM untuk memasukannya kembali ke pinggir layar. Fitur ini juga tersedia dalam bentuk aplikasi mandiri bagi mereka yang menginginkan pengalaman berbagi foto instan yang lebih terdedikasi di perangkat iOS maupun Android.
Instants dirancang untuk pengiriman massal ke seluruh daftar mutuals atau Close Friends sekaligus melalui satu tombol, sementara foto di DM biasa umumnya dikirim ke individu atau grup tertentu yang dipilih secara manual.
Penerima tidak dapat menyimpan foto tersebut ke galeri ponsel mereka karena foto akan langsung hilang setelah dibuka, namun mereka tetap bisa memberikan reaksi atau membalas pesan yang akan masuk ke folder DM pengirim.
Sebelum menekan tombol kirim, pastikan label di bagian bawah layar kamera Instants sudah diubah dari "Friends" menjadi "Close Friends". Pastikan juga daftar Close Friends Anda sudah dikonfigurasi dengan benar agar foto hanya sampai ke lingkaran terdekat.