BULOG Lampung Serap 369 Ribu Ton Gabah Petani hingga Mei 2026, Stok Beras Capai 200 Ribu Ton

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 15:46:54 WIB
Gudang BULOG Lampung diperluas hingga 200 persen untuk menampung gabah petani.

BANDAR LAMPUNG — Perum BULOG Kanwil Lampung melaporkan stok beras yang dikuasai mencapai 200.000 ton setara beras hingga pertengahan Mei 2026. Jumlah itu disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah dan intervensi pasar dalam waktu dekat.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menyatakan bahwa penyerapan gabah di berbagai sentra produksi padi di Lampung merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani.

"Penyerapan gabah petani terus kami optimalkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sekaligus mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Rindo (13/5/2026).

Kapasitas Gudang Ditambah 200 Persen

Untuk mengimbangi volume penyerapan yang masif selama masa panen, BULOG Lampung melakukan langkah ekspansif. Rindo menyebutkan, kapasitas gudang ditambah hingga 200 persen dari kapasitas eksisting melalui skema kerja sama dengan mitra dan penyewaan gudang tambahan di sejumlah titik strategis.

Di sisi hilir, distribusi melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut diakselerasi. Realisasi penyaluran SPHP telah menyentuh 3.875 ton yang tersebar melalui jaringan pasar resmi.

Bansos Beras dan Minyak Goreng untuk 1,2 Juta Keluarga

BULOG juga tengah merampungkan penyaluran bantuan pangan kepada 1.260.686 keluarga penerima manfaat. Total alokasi untuk periode dua bulan ini sebesar 25.214 ton beras dan 5 juta liter minyak goreng.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, Lampung berperan sebagai penyangga stok pangan untuk wilayah lain. BULOG Lampung telah mendistribusikan beras ke sejumlah provinsi seperti Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga DKI Jakarta dan Banten.

"Langkah ini kami lakukan guna menjaga keseimbangan stok nasional sehingga tercipta stabilitas harga beras di seluruh wilayah Indonesia," tambah Rindo.

Upaya penguatan ketahanan pangan ini, menurut Rindo, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang tangguh dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: teraslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top