KALIANDA — Kepolisian Resor Lampung Selatan tidak bisa bekerja sendiri menjaga keamanan wilayah. Kapolres setempat, AKBP Toni Kasmiri, secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali aktif dalam sistem keamanan lingkungan berbasis warga.
“Kami berharap masyarakat ikut menjadi bagian dari sistem deteksi dini dan cepat tanggap terhadap persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujar AKBP Toni Kasmiri di Kalianda, Senin (11/5).
Salah satu yang paling efektif dan murah adalah menghidupkan kembali ronda malam atau siskamling. Kegiatan ini dinilai mampu menjadi pengawasan lingkungan yang langsung menyentuh akar masalah di tingkat RT dan kampung.
Selain ronda, warga juga diimbau untuk menjaga kerukunan antar tetangga dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kapolres menekankan pentingnya bijak bermedia sosial agar tidak memicu keresahan.
Polres Lampung Selatan, menurut AKBP Toni, terus menggencarkan patroli rutin di titik-titik rawan kejahatan. Namun, ia mengingatkan bahwa sinergi dengan warga tetap menjadi kunci utama menjaga stabilitas wilayah.
“Sinergi antara Polri dan masyarakat harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas wilayah dan menciptakan rasa aman bersama,” ujarnya.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua PCNU Lampung Selatan Abdul Haris mengusulkan agar Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) kembali diaktifkan hingga ke tingkat bawah. Forum ini dinilai penting sebagai wadah komunikasi antara aparat dan warga.
“Forum komunikasi seperti FKPM sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat dan aparat keamanan,” kata Abdul Haris.
Senada dengan itu, tokoh agama Ahmad Sopyan mengajak semua pihak untuk terus bersinergi menjaga situasi daerah tetap aman dan damai. “Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum positif untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga Lampung Selatan tetap kondusif,” ucapnya.