Hilirisasi Peternakan Lampung Targetkan Kuatkan Pasokan Protein

Penulis: Nasrul Effendi  •  Senin, 11 Mei 2026 | 18:50:06 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya hilirisasi peternakan untuk memperkuat pasokan protein hewani.

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan sektor pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah. Hilirisasi menjadi kunci mengubah hulu menjadi sumber industrialisasi daerah yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak di desa.

Konsumsi Protein Hewani Jadi Prioritas Pembangunan SDM

Rahmat menekankan pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Kita harus memastikan kecukupan protein hewani masyarakat, mulai dari telur, daging, ayam, ikan hingga susu,” ujarnya di Bandarlampung, Senin.

Menurutnya, hilirisasi peternakan menjadi instrumen penting memperkuat pasokan. “Hilirisasi peternakan sangat penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” tambahnya.

Desaku Maju: Ekosistem Ekonomi dari Desa

Pemprov Lampung mengandalkan program unggulan bernama Desaku Maju. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, hingga pembangunan infrastruktur desa.

“Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Rahmat.

Potensi Besar Peternakan Lampung di Level Nasional

Provinsi Lampung memiliki basis pertanian kokoh untuk menopang pengembangan peternakan. Produksi padi mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam nasional, dan ubi kayu mencapai 7,5 juta ton—semua menjadi bahan baku potensial pakan ternak.

Di sektor peternakan, kontribusi Lampung juga signifikan. Komoditas sapi potong berada di peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh nasional.

Rahmat menegaskan capaian itu harus menjadi dasar untuk mempercepat hilirisasi. “Semua itu menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa nilai tambah dari hilirisasi akan meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top