LAMPUNG UTARA — Sebanyak 1.200 warga di Kecamatan Abung Pekurun segera menikmati akses transportasi lebih layak melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Proyek infrastruktur ini menjadi tumpuan bagi masyarakat Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan untuk memutus isolasi geografis akibat aliran Sungai Way Arum.
Hingga Rabu (06/05/2026), personel gabungan TNI bersama warga setempat masih terus mengebut pengerjaan fisik di lapangan. Fokus utama saat ini adalah pemindahan material konstruksi berupa pasir dan batu menuju tepi jauh sungai yang menjadi titik tumpu jembatan.
Kondisi medan yang menantang di Dusun 03 Lubuk Lasak memaksa tim di lapangan memutar otak dalam mobilisasi material. Selain mengandalkan perahu rakitan buatan TNI dan warga, pengangkutan batu serta pasir kini menggunakan sistem troli gantung.
Metode ini dipilih untuk menjaga efisiensi waktu dan tenaga di tengah arus sungai yang dinamis. Penggunaan troli rakitan tersebut terbukti efektif menggeser material ke seberang sungai tanpa harus bergantung sepenuhnya pada transportasi air yang terbatas kapasitasnya.
Jembatan gantung ini dirancang membentang di atas Sungai Way Arum dengan spesifikasi panjang 58 meter dan lebar 1,2 meter. Konstruksi ini disiapkan untuk menggantikan akses darurat yang selama ini digunakan warga saat melintasi sungai.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda memiliki nilai strategis bagi sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut. Selama ini, mobilitas warga sering terhambat terutama saat intensitas hujan tinggi yang memicu luapan air sungai.
Warga melaporkan bahwa debit air Sungai Way Arum bisa meningkat drastis hingga mencapai ketinggian 6 meter saat hujan deras. Kondisi ini kerap memutus akses utama bagi aparatur desa dan anak-anak sekolah, khususnya mereka yang bermukim di Dusun Ngantong.
Dengan adanya jembatan permanen ini, risiko keselamatan warga saat menyeberangi sungai dapat diminimalisir. Selain itu, distribusi hasil bumi dari perkebunan warga menuju pasar diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien secara biaya.
Pengerjaan infrastruktur ini melibatkan puluhan personel dari berbagai satuan. Berdasarkan data di lapangan, para prajurit yang terlibat terdiri dari Babinsa Koramil 412-07/ABB dan anggota Brigif TP 45/Sai Bhumi (Wilayah Way Rarem).
Gotong royong antara personel TNI dan masyarakat Desa Pekurun serta Desa Aji Kagungan menjadi kunci percepatan pembangunan. Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan terus berlangsung guna memastikan aksesibilitas antarwilayah di Lampung Utara semakin merata.