Villa Haw Par di Hong Kong akan segera dibuka kembali sebagai pusat kebudayaan dan ruang seni kontemporer pada akhir tahun ini. Bangunan bersejarah berusia 91 tahun peninggalan keluarga Tiger Balm tersebut akan menjadi wadah kolaborasi seniman internasional melalui program residensi hingga pemutaran film.
Lanskap sejarah Tai Hang di Hong Kong bersiap menyambut babak baru melalui transformasi Haw Par Mansion. Bangunan ikonik berusia 91 tahun ini akan segera beroperasi kembali dengan nama resmi Villa Haw Par. Pemerintah Hong Kong telah menunjuk pengelola baru untuk menghidupkan kembali aset cagar budaya Grade 1 yang sempat kosong sejak akhir 2022 tersebut.
Haw Par Mansion merupakan sisa peninggalan terakhir dari kompleks taman hiburan legendaris yang dibangun pada dekade 1930-an oleh keluarga Aw. Keluarga ini dikenal secara global sebagai dinasti di balik merek salep Tiger Balm. Arsitekturnya mengusung gaya Chinese Renaissance, sebuah hibrida visual yang memadukan estetika tradisional Tiongkok dengan struktur bangunan modern Barat pada masanya.
Foundation for Arts and Culture (FAC) kini memegang mandat untuk mengelola situs tersebut. Sebelumnya, antara tahun 2019 hingga 2022, bangunan ini sempat difungsikan sebagai sekolah musik oleh keluarga Aw sebelum akhirnya dikembalikan ke tangan pemerintah. Di bawah manajemen FAC, Villa Haw Par tidak akan sekadar menjadi monumen masa lalu yang statis.
Arthur de Villepin, co-founder FAC yang juga dikenal melalui Villepin Gallery di Hollywood Road, menegaskan bahwa visi mereka berbeda dengan situs Tiger Balm lainnya. Proyek ini mengedepankan konsep ruang hidup yang dinamis bagi ekosistem kreatif global.
"Kami tidak berencana menjadikan mansion legendaris ini sebagai museum seperti Tiger Balm Gardens di Fujian, atau taman hiburan seperti Haw Par Villa di Singapura," ujar Arthur de Villepin dalam sesi kunjungan media baru-baru ini.
Alih-alih menampilkan diorama tradisional, Villa Haw Par akan difokuskan pada aktivasi budaya yang relevan dengan audiens modern. FAC berencana membawa kurasi seni tingkat dunia ke dalam ruang-ruang bersejarah mansion tersebut untuk menciptakan dialog antara warisan kolonial dan ekspresi seni masa kini.
Restorasi yang dilakukan tetap mempertahankan detail arsitektur asli yang mewah, namun dengan fungsi interior yang telah disesuaikan. Berikut adalah beberapa fasilitas utama yang akan tersedia di Villa Haw Par:
Bagi masyarakat Indonesia, nama Tiger Balm memiliki kedekatan emosional sebagai produk kesehatan yang populer selama puluhan tahun. Transformasi Haw Par Mansion menjadi Villa Haw Par menambah daftar destinasi wisata sejarah-budaya (heritage tourism) yang wajib dikunjungi saat berada di wilayah Tai Hang.
Langkah pemerintah Hong Kong dalam menggandeng yayasan seni swasta ini menunjukkan tren baru dalam pelestarian bangunan bersejarah. Model ini memastikan bangunan tetap terawat secara finansial melalui kegiatan komersial terbatas, namun tetap memberikan akses edukasi dan budaya bagi masyarakat luas.
Villa Haw Par dijadwalkan mulai membuka pintu bagi publik secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Kehadirannya diprediksi akan memperkuat posisi Hong Kong sebagai hub seni utama di Asia, bersaing dengan pusat budaya lain di kawasan tersebut melalui pendekatan yang lebih intim dan bernilai sejarah tinggi.