LAMPUNG — Kegiatan rutin Posyandu di Sungai Apit, Kayu Ara Permai, berlangsung lebih meriah akhir-akhir ini. Kehadiran Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 58 dan Tim KKN STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak memberikan warna baru dalam pelayanan kesehatan balita di desa tersebut.
Para mahasiswa ini tidak hanya sekadar hadir, tetapi turun tangan langsung membantu para kader dan tenaga kesehatan. Ini menjadi contoh nyata kolaborasi positif antara dunia kampus dan masyarakat.
Bantuan Nyata untuk Kader dan Tenaga Kesehatan
Setiap jadwal Posyandu tiba, tim mahasiswa KKN sudah siap sedia di lokasi. Mereka membantu proses administrasi, mendampingi jalannya pemeriksaan, hingga memastikan suasana tetap tertib dan nyaman.
Kehadiran mereka meringankan beban kader Posyandu yang biasanya harus berkutat dengan banyak tugas sendirian. Anak-anak pun tampak lebih ceria karena ditemani kakak-kakak mahasiswa saat menunggu giliran diperiksa.
Fokus pada Pemantauan Berat Badan dan Pertumbuhan Anak
Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan kesehatan dasar menjadi prioritas utama. Penimbangan berat badan dan pemantauan kondisi pertumbuhan anak dilakukan secara berkala dan teliti oleh tenaga kesehatan yang bertugas.
Data yang terkumpul sangat penting untuk mengetahui apakah tumbuh kembang balita sesuai dengan usianya. Dengan begitu, potensi gangguan pertumbuhan bisa dideteksi lebih awal dan ditangani secepat mungkin.
Belajar Langsung dari Lapangan bagi Mahasiswa
Bagi para mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan hanya soal pengabdian. Mereka mendapat pengalaman berharga untuk memahami pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak usia dini secara langsung dari lapangan.
Interaksi dengan orang tua dan tenaga kesehatan memberikan perspektif nyata yang tidak selalu didapat di bangku kuliah. Pengalaman ini membentuk mereka menjadi calon pendamping masyarakat yang lebih peka dan siap berkontribusi.
Mempererat Hubungan Kampus dan Masyarakat
Kolaborasi antara KKN UMRI Kelompok 58 dan KKN STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak ini membuktikan peran mahasiswa bisa melampaui program kerja yang sudah dirancang. Mendukung kegiatan rutin desa seperti Posyandu adalah bentuk kontribusi sosial yang tak kalah penting.
Kegiatan Posyandu ini pun menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, kader, tenaga kesehatan, orang tua, dan seluruh masyarakat Kayu Ara Permai. Semoga semangat kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan generasi penerus bangsa.