Ratusan jurnalis di Kabupaten Lampung Selatan menyalakan 1.000 lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Pancasila, Kecamatan Kalianda, sebagai bentuk solidaritas bagi lima jurnalis dan tiga anak buah kapal yang hilang di perairan Selat Sunda. Aksi pada Senin (21/9) malam itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja bagi para pemburu berita di lapangan. Hingga kini, keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.
LAMPUNG SELATAN — Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi menyebut aksi seribu lilin itu sebagai wujud duka cita sekaligus pengingat bahwa keselamatan kerja jurnalis kerap dipertaruhkan di garis depan. Ia berharap apapun kemungkinan yang terjadi, harapan tidak pernah dipadamkan.
"Saya berharap dengan kegiatan 1.000 lilin ini, apapun kemungkinan yang akan terjadi, yang kita tidak pernah tahu di hari esok itu seperti apa, harapan itu jangan pernah dipadamkan," kata Edwin.
Menurutnya, penyalaan lilin menjadi simbol solidaritas insan pers Lampung Selatan sekaligus doa bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang.
Siapa Delapan Orang yang Hilang di Selat Sunda
Lima jurnalis yang hilang yakni M. Bagus Khoirunas dari ANTARA Biro Banten, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNEWS, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donald, jurnalis freelance.
Mereka berada di kapal bersama tiga kru, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
"Aksi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan kerja bagi para pemburu berita yang kerap bertaruh nyawa di garis depan demi sebuah informasi," ujar Edwin.
Pencarian 10 Hari Berakhir Tanpa Hasil
Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan pencarian selama 10 hari. Upaya itu menghadapi kendala arus laut kuat, gelombang tinggi, dan kondisi medan perairan.
Basarnas menghentikan operasi pencarian resmi pada Kamis (17/9) malam setelah upaya dilakukan secara maksimal tanpa membuahkan hasil.
Hingga operasi ditutup, keberadaan lima jurnalis dan tiga ABK tersebut masih belum diketahui.