Kepolisian Daerah Lampung mengoptimalkan kegiatan police goes to school atau polisi masuk sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan perundungan di kalangan pelajar. Langkah itu diambil menyusul maraknya bullying, tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol, hingga potensi penyebaran paham radikalisme yang menjadi perhatian Polda Lampung. Bhabinkamtibmas diminta lebih peka membaca situasi dan melakukan pencegahan sejak dini di wilayah binaannya masing-masing.
BANDARLAMPUNG — Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu menyatakan pihaknya mendorong pengoptimalan kegiatan Police Goes to School sebagai salah satu langkah pencegahan. Pernyataan itu disampaikan di Bandarlampung, Rabu.
Menurut Indra, menghadapi berbagai tantangan tersebut, Bhabinkamtibmas diminta semakin peka membaca situasi dan mampu melakukan pencegahan sejak dini di wilayah binaannya.
Bhabinkamtibmas Diminta Tidak Menunggu Gangguan Kamtibmas Muncul
Indra menekankan bahwa perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya gangguan kamtibmas, tetapi harus mampu mengenali potensi persoalan dan mengambil langkah pencegahan lebih awal," kata dia.
Ia juga menyoroti penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan anak dan remaja yang perlu menjadi perhatian bersama. Ruang digital, menurutnya, juga dapat menjadi tempat terjadinya perundungan atau cyberbullying.
"Bhabinkamtibmas harus lebih peka, tanggap dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya yakni memaksimalkan kegiatan pencegahan dari sekolah," kata dia.
Edukasi Kamtibmas hingga Bangun Komunikasi dengan Orang Tua
Melalui kegiatan Police Goes to School, Bhabinkamtibmas diharapkan aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada pelajar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua.
Indra menyebut potensi tawuran antarremaja dan pelajar juga mendapat perhatian serius. Bhabinkamtibmas diminta memetakan lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja.
"Selain perundungan, potensi tawuran antarremaja dan pelajar juga mendapat perhatian serius. Sehingga Bhabinkamtibmas juga harus memetakan lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja, mengenali kelompok-kelompok yang berpotensi terlibat perselisihan, serta meningkatkan patroli dialogis terutama pada jam-jam rawan," kata dia.
Pemetaan Titik Rawan Cegah Bentrokan Sebelum Meluas
Pemetaan tersebut diperlukan agar potensi bentrokan dapat diketahui dan dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
Indra menegaskan posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi salah satu personel Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon, dan kelurahan.
"Posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi salah satu personel Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon dan kelurahan. Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, kehadirannya harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat," kata dia.