LAMPUNG — Masa kanak-kanak adalah periode emas yang sangat menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan. Di usia ini, kebiasaan sehat, kecerdasan emosional, dan tumbuh kembang fisik terbentuk dengan pesat, sehingga pendampingan yang tepat dari orang tua dan lingkungan menjadi sangat krusial.
Menyadari hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) baru-baru ini menggelar program bertajuk TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di TK ABA 3 Kedungtalang, Blora. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana edukasi kesehatan dapat dikemas menjadi pengalaman belajar yang seru dan berkesan bagi anak-anak.
Langkah Kecil untuk Kebiasaan Hebat: Cuci Tangan yang Benar
Program TAMASYA yang berlangsung pada pertengahan Juli 2026 ini menyasar murid-murid TK Kelas B. Tim mahasiswa membuka kegiatan dengan sesi edukasi interaktif tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), dengan fokus utama pada teknik mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar.
Alih-alih sekadar teori, anak-anak diajak langsung mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar. Mereka dipandu satu per satu oleh kakak-kakak mahasiswa, membuat momen belajar ini terasa seperti bermain peran yang menyenangkan. Kebiasaan sederhana ini adalah benteng pertama untuk mencegah penularan penyakit infeksi pada si kecil.
Menumbuhkan Keberanian untuk Tumbuh Percaya Diri
Kesehatan fisik saja tidak cukup. Program ini juga menyoroti pentingnya kesehatan mental anak sejak dini. Melalui permainan interaktif dan komunikasi dua arah yang hangat, anak-anak diajak untuk berani menyampaikan pendapat dan menghargai diri sendiri serta teman sebayanya.
Metode ini efektif untuk menanamkan rasa percaya diri tanpa terkesan menggurui. Anak-anak belajar bahwa perasaan dan pendapat mereka itu penting, serta mereka berhak untuk didengar. Pondasi mental yang kuat inilah yang akan membantu mereka bersosialisasi dan beradaptasi dengan percaya diri di lingkungan yang lebih luas kelak.
Memantau Tumbuh Kembang Lewat Pengukuran Antropometri
Tak hanya edukasi, tim juga melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan (antropometri) untuk setiap anak. Data ini bukan sekadar angka, melainkan langkah penting untuk deteksi dini masalah gizi seperti stunting, gizi kurang, atau gizi lebih.
Bagi para orang tua, kegiatan ini memberikan gambaran awal yang objektif mengenai status pertumbuhan sang buah hati. Hasil pengukuran ini diharapkan menjadi pengingat untuk terus memantau tumbuh kembang anak secara berkala, baik di Posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya, sehingga setiap potensi masalah bisa ditangani sejak dini.
Investasi Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Sehat
Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menegaskan bahwa pendidikan kesehatan di usia dini adalah investasi penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Menurutnya, masa emas ini menentukan bekal anak untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang.
Kegiatan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, tenaga pendidik, dan orang tua sangat mungkin diwujudkan. Perwakilan tim KKN juga berharap program ini bisa menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta membantu anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Orang tua di rumah bisa meniru langkah sederhana ini. Ajak si kecil mencuci tangan sambil bernyanyi, berikan pujian saat ia berani mencoba hal baru, dan jangan lupa catat tumbuh kembangnya secara rutin. Kesehatan dan kepercayaan diri anak adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depannya.