BANDAR LAMPUNG — Ambisi Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menanjak ke papan atas kompetisi musim depan diumumkan di hadapan publik pada Sabtu (29/8/2026). Klub yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda itu tak hanya memperkenalkan 32 pemain anyar, tetapi juga meluncurkan identitas visual baru yang sarat muatan lokal.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut pencapaian musim lalu menjadi modal berharga. Ia menegaskan bahwa keberadaan Bhayangkara selama satu tahun terakhir telah mengubah status klub dari sekadar perwakilan institusi Polri menjadi milik masyarakat Lampung.
"Ini luar biasa, dan tahun pertama sukses masuk lima besar Super League. Tentu ini akan terus ditingkatkan prestasinya dan tahun ini akan lebih baik menuju tiga besar," ujar Mirza kepada awak media, Sabtu (29/8/2026).
Jersey Kedua dan Ketiga: Tapis sebagai Identitas Baru
Manajemen klub sengaja mengkolaborasikan desain jersey musim ini dengan unsur budaya setempat. Jersey utama tetap mempertahankan warna emas dengan aksen garis hitam, sementara jersey kedua didominasi putih dengan kombinasi maroon dan emas.
Yang menjadi sorotan adalah penerapan motif tapis pada jersey kedua. Motif khas Lampung itu juga turut menghiasi jersey ketiga yang didominasi warna hitam.
"Untuk jersey sudah ada semua. Atas izin CEO kami akan berkolaborasi dengan budaya di Lampung dan motif yang sudah dilaunching, dan akan ada tambahan," kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji.
Komposisi Skuad: Paduan Senior, Asing, dan Talenta Muda
Pelatih kepala Oscar Bruzcon membawa komposisi pemain yang berimbang di setiap lini. Di posisi penjaga gawang, tim diperkuat M. Gyandra Akbar (32), M. Fahri (71), Lewison Manurung Sidabutar (31), dan Awan Setho (12).
Lini belakang diisi nama-nama seperti Putu Gede (2), Frengky Missa (58), Muhammad Ferarri (41), hingga Kevin Sibille (6). Sementara lini tengah diperkuat Sani Rizki Fauzi (20), Allano Lima (10), dan Jefferson Rojas (97).
Untuk lini depan, Bhayangkara mengandalkan Milan Ristovski (7), Matias Ocampo (99), Anton Solberg (9), dan Moussa Sidibe (17).
Pesan Disiplin dari CEO dan Peluang Sponsor Utama
Kakor Lantas Polri sekaligus CEO Bhayangkara Presisi, Irjen Adi Wibowo, menekankan pentingnya disiplin dan kondisi fisik prima selama kompetisi berjalan. Ia mengingatkan para pemain bahwa kekuatan tim terletak pada perpaduan pengalaman dan semangat baru.
"Musim ini kekuatan memadukan pengalaman pemain senior, semangat pemain baru, dan potensi talenta muda. Kami berpesan agar menjaga kondisi fisik, mental, dan tampil disiplin," tegasnya.
Di sisi lain, Sumardji mengungkapkan manajemen masih membuka ruang bagi sponsor tambahan. Beberapa kerja sama telah disepakati, namun posisi sponsor utama di dada jersey masih kosong dan tengah dalam tahap pembahasan.
"Kami memang masih kosong untuk sponsor utama. Waktu kami mepet sekali dengan Etam dan Mills sehingga kami ingin mencetak dan memberikan nama perusahaan di jersey," jelas Sumardji.