Pencarian

Timnas Esports Indonesia Pakai Garmin vivoactive 6 untuk Pantau Kondisi Atlet di Pelatnas

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 15:23:01 WIB
Timnas Esports Indonesia Pakai Garmin vivoactive 6 untuk Pantau Kondisi Atlet di Pelatnas
Atlet Timnas Esports Indonesia menjalani pemantauan kondisi fisik menggunakan Garmin vivoactive 6 selama Pelatnas di Lampung.

LAMPUNG — Persiapan Timnas Esports Indonesia menuju kompetisi internasional kini tidak hanya berfokus pada latihan mekanik di dalam game. Melalui kemitraan dengan PBESI, Garmin Indonesia menyediakan 50 unit vivoactive 6 yang digunakan atlet selama Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk memantau kondisi tubuh secara real-time.

Perangkat ini menjadi jembatan antara performa di depan layar dengan kondisi fisik di luar jam latihan. Data yang dikumpulkan tidak hanya untuk konsumsi pribadi atlet, tetapi juga menjadi bahan evaluasi tim pelatih dalam menentukan intensitas latihan harian.

Fitur Unggulan yang Dipakai Atlet

Garmin vivoactive 6 dibekali sensor optik Elevate dan teknologi Firstbeat Analytics yang memantau denyut jantung serta Heart Rate Variability (HRV). Data ini menjadi dasar bagi fitur Body Battery, Sleep Score, dan Stress Tracking yang digunakan atlet untuk membaca kondisi tubuh mereka.

Body Battery bekerja seperti indikator energi yang menunjukkan sisa tenaga setelah sesi latihan panjang. Jika angkanya rendah, atlet mendapat sinyal untuk beristirahat sebelum kembali menjalani scrimmage dengan intensitas tinggi.

Dari sisi daya tahan, vivoactive 6 mampu bertahan hingga 11 hari dalam mode smartwatch. Desainnya yang ringan memungkinkan perangkat dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur untuk mendapatkan data pemulihan yang lebih akurat.

Peran Pelatih dalam Membaca Data Atlet

Seluruh data dari 50 unit perangkat dikumpulkan melalui Garmin Clipboard, sebuah dasbor analitik terpusat yang memudahkan tim pelatih memantau kondisi semua atlet tanpa harus mengecek perangkat satu per satu. Sistem ini menampilkan informasi kelelahan dan pemulihan dalam satu tampilan.

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menilai teknologi sports science menjadi kebutuhan utama untuk bersaing di level dunia. Kemampuan mekanik di dalam game dinilai tidak cukup untuk menghadapi kompetisi dengan margin kesalahan yang sangat tipis.

Data dari Garmin Clipboard juga digunakan untuk menyusun program strength training yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. Latihan tidak lagi hanya mengandalkan durasi bermain, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fisik secara menyeluruh.

Alasan Garmin Masuk ke Dunia Esports

Rian Krisna, Marcom Manager Garmin Indonesia, menjelaskan bahwa performa atlet esports tidak hanya ditentukan saat pertandingan berlangsung. Manajemen kondisi tubuh di luar permainan menjadi faktor kunci yang sering terabaikan.

"Kami memahami bahwa performa atlet esports tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi saat pertandingan, tetapi juga bagaimana mereka mengelola kondisi tubuh di luar permainan. Melalui Body Battery, Stress Tracking, Sleep Score dan berbagai insight kesehatan pada vívoactive 6, atlet dapat lebih memahami pola energi, stres, dan pemulihan mereka sehari-hari," ujar Rian.

David Hartono, Business Development Manager Garmin Health Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuktikan kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health dalam mendukung kebutuhan olahraga profesional. Standar keamanan global diterapkan untuk melindungi privasi data atlet.

Dampak untuk Skuad Menuju Asian Games 2026

Penerapan teknologi ini menjadi pembeda dalam persiapan Timnas Esports Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Pemantauan data harian memungkinkan pelatih mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan.

Atlet yang menunjukkan tanda kelelahan bisa diberikan waktu istirahat tambahan sebelum jadwal scrimmage. Sebaliknya, atlet dengan kondisi pemulihan optimal dapat diberikan porsi latihan lebih berat tanpa risiko cedera atau penurunan performa.

Langkah Garmin dan PBESI ini sejalan dengan tren global di mana organisasi esports profesional mulai mengadopsi pendekatan berbasis data untuk meningkatkan konsistensi pemain. Ke depan, metode serupa berpotensi menjadi standar baru dalam program pelatihan tim nasional di Asia Tenggara.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indogamers.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks