Pencarian

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Capai 800 Hektare, Bupati Pastikan Penanganan Terkoordinasi

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:40:01 WIB
Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Capai 800 Hektare, Bupati Pastikan Penanganan Terkoordinasi
Api memadamkan lebih dari 800 hektare kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur dalam sepekan terakhir.

Ratusan hektare kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur hangus terbakar dalam sepekan terakhir, dengan titik terluas mencapai 673 hektare di Desa Braja Harjosari. Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pemadaman dilakukan cepat dan terkoordinasi untuk melindungi habitat satwa langka serta permukiman warga di sekitar kawasan konservasi.

LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam sepekan terakhir telah menghanguskan lebih dari 800 hektare lahan. Luasan tersebut tersebar di tiga wilayah, dengan kerusakan terparah terjadi di Desa Braja Harjosari yang mencapai 673 hektare pada 21-22 Agustus lalu.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa pengendalian api menjadi prioritas utama, mengingat kawasan seluas sekitar 125.000 hektare ini merupakan rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi, seperti gajah Sumatra, harimau Sumatra, dan badak Sumatra.

Kebakaran Meluas ke Tiga Desa, Ribuan Hektare Terancam

Data penanganan di lapangan menunjukkan api tidak hanya melanda Braja Harjosari. Pada 23-24 Agustus, sebanyak 123 hektare lahan di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur ikut terbakar, menyusul 6,4 hektare di Rantau Jaya. Sebagian besar area yang terbakar merupakan kawasan padang alang-alang yang mudah terbakar di musim kemarau.

"Kita ingin memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, tetapi kita juga harus bersama-sama menjaga kawasan Way Kambas sebagai rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi," ujar Ela di Lampung Selatan, Rabu.

Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Api Meluas

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tidak bekerja sendiri dalam memadamkan api. Ela menyebut kolaborasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Lampung, dan pengelola TNWK terus digencarkan agar api segera terkendali dan tidak merambah ke permukiman warga.

"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, TNWK dan seluruh unsur yang terlibat," katanya.

Ancaman bagi Habitat Gajah dan Badak Sumatra

TNWK bukan sekadar kawasan hutan biasa. Di dalamnya terdapat Pusat Latihan Gajah yang menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan dan pelatihan gajah Sumatra. Kebakaran yang meluas dikhawatirkan mengganggu koridor satwa dan merusak sumber pakan alami bagi gajah, harimau, tapir, beruang madu, hingga siamang.

Ela menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak hanya soal memadamkan api, tetapi juga menjaga ekosistem dan habitat satwa langka yang berada di kawasan tersebut. Dampaknya pun berpotensi mengancam aktivitas ekonomi warga yang tinggal di sekitar TNWK jika api terus merambat.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Lampung Timur bersama unsur terkait terus berupaya memastikan api segera terkendali. Penanganan secara cepat diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan konservasi tersebut.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks