PESISIR BARAT — Nasib nahas menimpa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Usang Pulau, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Fasilitas yang belum pernah beroperasi ini diduga dibobol maling, dengan barang bukti berupa genset hingga mesin rice steamer yang raib dibawa pelaku.
Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelapor, Aris Biantoro, saat itu tengah berada di lokasi pengunduhan sawit di belakang gedung dan melihat pipa paralon sumur bor dalam kondisi patah. Kecurigaan pun muncul, dan bersama saksi Komang Ardane, Aris memeriksa bangunan tersebut.
Pintu Belakang Terlepas, Ruangan Dapur Berantakan
Saat diperiksa, pintu belakang gedung ditemukan dalam keadaan terlepas. Setelah memasukinya, kondisi ruangan sudah porak-poranda. Sejumlah peralatan yang sebelumnya tersimpan rapi di dalam bangunan dilaporkan hilang.
Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat Iptu Miedy Hariyanto membenarkan adanya laporan dugaan pencurian tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.
"Benar, kami menerima laporan dugaan pencurian tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Miedy, Sabtu (1/8/2026).
Barang Hilang: Genset, Kulkas, Hingga 50 Celemek
Dari hasil pendataan awal, sejumlah barang yang dilaporkan hilang antara lain satu unit genset merek Champion, kulkas, freezer, mesin rice steamer, timbangan digital, alat pemadam api ringan (APAR), alat pengukur suhu, selang regulator, kabel pompa air sepanjang 10 meter, serta sekitar 50 celemek.
Miedy menambahkan, penyidik masih menginventarisasi seluruh barang yang hilang sekaligus memburu pelaku. Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan total kerugian akibat pencurian tersebut karena proses pendataan masih dilakukan oleh pihak pelapor.
"Untuk nilai kerugian belum bisa kami sampaikan karena masih dilakukan pendataan dan inventarisasi barang yang hilang," pungkasnya.
Fasilitas Enam Bulan Mangkrak Sebelum Dibobol
Bangunan dapur MBG yang dikelola Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta ini diketahui telah selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. Namun, hingga kejadian pencurian terungkap, fasilitas tersebut belum pernah difungsikan untuk melayani program MBG.
Miedy menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, bangunan tersebut memang belum beroperasi meski telah rampung dibangun. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Kasus ini masih kami dalami. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku serta mencari barang bukti yang hilang," ujar Miedy.