LAMPUNG — Pencapaian 10 juta unit produksi ini menjadi tonggak penting bagi Tesla di tengah tekanan belanja modal (capex) yang masih membayangi ekspansi pabrik di berbagai negara. Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan global terhadap kendaraan listrik buatan Tesla masih solid, meskipun persaingan dari pabrikan China seperti BYD kian ketat.
Target 20 Juta Unit dan Paket Kompensasi Elon Musk
Target produksi 20 juta unit pada 2035 bukan sekadar ambisi pabrikan. Angka ini menjadi salah satu syarat utama dalam paket gaji Elon Musk yang bernilai fantastis, mencapai USD 1 triliun. Setiap pencapaian produksi bertahap akan membuka kunci (unlock) opsi saham bagi Musk.
Dengan produksi 10 juta unit yang sudah diraih, Tesla kini berada di titik tengah perjalanan menuju target tersebut. Namun, tantangan terbesar justru ada di depan: bagaimana mempertahankan laju pertumbuhan produksi di tengah normalisasi permintaan pasar dan tekanan margin keuntungan.
Tekanan Capex di Tengah Ekspansi Global
Untuk mencapai target 20 juta unit, Tesla harus terus membangun kapasitas produksi baru. Pabrik Gigafactory di Berlin, Texas, dan Shanghai sudah beroperasi, namun perluasan pabrik di Meksiko dan India masih dalam tahap negosiasi atau persiapan lahan. Belanja modal untuk pembangunan pabrik baru inilah yang menjadi tekanan utama bagi arus kas perusahaan.
Analis memperkirakan Tesla perlu menggelontorkan dana puluhan miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk membangun lini produksi yang cukup. Jika tidak, target 20 juta unit pada 2035 berpotensi meleset.
Dampak bagi Pasar Mobil Listrik Global
Pencapaian 10 juta unit ini juga menjadi sinyal bagi pasar global, termasuk Indonesia. Tesla belum secara resmi masuk sebagai ATPM (Agen Pemegang Merek) di Indonesia, namun angka penjualan mobil listrik impor—termasuk Tesla—terus meningkat. Capaian ini bisa memperkuat posisi Tesla sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik global, sekaligus memberi tekanan pada pabrikan lokal untuk mempercepat elektrifikasi.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan produksi mobil listrik dalam negeri mencapai 600.000 unit pada 2030. Dengan skala produksi Tesla yang sudah mencapai 10 juta unit, persaingan harga dan teknologi dipastikan akan semakin sengit di masa depan.