LAMPUNG — Data Gaikindo yang dirilis September 2026 menunjukkan distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan ramah lingkungan bergerak dua arah. Mobil listrik murni (BEV) mencetak rekor tahunan, sementara hybrid mencatat koreksi.
Mobil Listrik Tembus 17.413 Unit di Agustus 2026
Angka 17.413 unit itu menjadi wholesales tertinggi mobil listrik sepanjang Januari–Agustus 2026. Kenaikannya 24,6 persen dibanding Juli yang hanya 13.972 unit.
Permintaan tetap positif meski industri otomotif menghadapi ketidakpastian insentif. Harga kompetitif dan program penjualan dari sejumlah merek disebut masih efektif menggaet konsumen.
Sejumlah produsen mengubah strategi penjualan sejak insentif belum jelas. Selain menyesuaikan harga, beberapa menghadirkan varian baru dengan banderol lebih terjangkau.
PHEV Naik Tipis, Hybrid Justru Terkoreksi
Plug-in hybrid (PHEV) mencatat kenaikan marginal dari 1.973 unit di Juli menjadi 1.993 unit pada Agustus 2026. Angkanya nyaris stagnan.
Minat terhadap PHEV mulai tumbuh seiring munculnya model-model baru. Sejumlah merek asal Cina yang sebelumnya fokus pada BEV kini meluncurkan mobil berteknologi PHEV.
Berbeda dengan dua kategori lainnya, hybrid turun cukup terlihat. Wholesales-nya merosot dari 8.004 unit di Juli menjadi 7.667 unit di Agustus 2026.
Listrik Masih Dominan Sepanjang 2026
Dari tiga opsi kendaraan ramah lingkungan di pasar dalam negeri, mobil listrik masih memimpin sepanjang Januari–Agustus 2026. Posisinya belum tergoyahkan oleh PHEV maupun hybrid.
Pemerintah hingga kini belum memberikan kepastian soal subsidi ataupun insentif mobil listrik. Pabrikan tetap menantikan kebijakan itu karena dinilai berdampak positif jangka panjang.
Insentif diyakini bisa memperluas jangkauan calon pembeli mobil listrik di dalam negeri. Tanpa kebijakan tersebut, capaian Agustus 2026 tetap menjadi yang tertinggi tahun ini.