LAMPUNG — Seorang balita berusia satu tahun di Thailand kehilangan sebagian jari telunjuk kanannya saat asisten perawat melepas selang infus di Loengnoktha Crown Prince Hospital. Insiden ini memicu permintaan maaf resmi rumah sakit, penyelidikan polisi, dan sorotan soal prosedur keselamatan pasien anak.
Loengnoktha Crown Prince Hospital di Thailand menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah seorang pasien balita mengalami cedera serius pada jari telunjuk kanannya. Insiden terjadi ketika asisten perawat memotong perban infus menggunakan gunting tanpa memeriksa bagian dalam perban terlebih dahulu.
Balita tersebut sebelumnya dirawat karena infeksi pernapasan dan pencernaan sejak 2 September 2026. Ia dinyatakan pulih dan dipulangkan pada Jumat, 11 September 2026, sebelum insiden pelepasan infus terjadi.
Kronologi Menurut Ibu Korban
Pada 13 September 2026, Wiphaphon Namkhan, yang diduga kuat sebagai ibu sang balita, menceritakan kronologi kejadian melalui unggahan Facebook. Ia menyebut asisten perawat memasukkan gunting ke dalam perban dari ujung jari anaknya dan langsung memotong tanpa memeriksa isi perban.
Akibatnya, sebagian jari telunjuk kanan balita ikut terpotong dan terlepas bersama perban. Namkhan mengaku telah melaporkan kejadian ini ke polisi. Hingga kini, anaknya masih merasakan nyeri dan mengalami kesulitan bernapas sebagai efek samping operasi yang dijalani.
Respons Rumah Sakit dan Tindakan Medis
Manajemen rumah sakit menyatakan balita tersebut segera mendapat pertolongan pertama dari dokter anak, dokter bedah, dan dokter ortopedi. Mereka juga meminta bantuan tim bedah plastik dari Sunpasitthiprasong Hospital di Ubon Ratchathani, Thailand, untuk penanganan lanjutan.
Pihak rumah sakit berjanji menanggung seluruh biaya perawatan, perjalanan, dan rehabilitasi balita. Staf rumah sakit juga dilaporkan telah mengunjungi pasien dan keluarganya secara langsung.
"Seorang pekerja sedang mencabut selang infus. Selama prosedur tersebut, pasien mengalami cedera parah pada jari telunjuk kanannya," kata pihak rumah sakit dalam unggahan Facebook, dikutip dari Bangkok Post.
Asisten Perawat Diskors dan Prosedur Diperbarui
Asisten perawat yang menangani pelepasan infus tersebut diskors sementara menunggu hasil penyelidikan atas penyebab cedera. Manajemen rumah sakit menyatakan telah memperbarui prosedur internal untuk meningkatkan aspek keselamatan pasien, khususnya pada tindakan medis yang melibatkan gunting dan perban.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keselamatan pasien anak yang melibatkan kelalaian prosedur dasar. Bagi orang tua di Indonesia, kejadian ini menjadi pengingat penting untuk selalu mendampingi anak saat tindakan medis dilakukan dan tidak ragu menanyakan langkah yang akan diambil tenaga kesehatan.
Yang Perlu Ibu Perhatikan Saat Anak Jalani Infus
Sebelum tindakan pelepasan infus atau perban, pastikan tenaga kesehatan menginformasikan langkah yang akan dilakukan. Ibu berhak meminta perawat memeriksa ulang posisi perban dan jari anak sebelum memotong.
Jika anak menunjukkan tanda nyeri hebat, perdarahan, atau perubahan warna pada area infus, segera minta evaluasi medis lanjutan. Dokumentasikan setiap tindakan dan komunikasi dengan tim medis untuk melindungi hak anak bila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Keselamatan anak saat perawatan medis adalah tanggung jawab bersama antara tenaga kesehatan dan orang tua. Tetap tenang, komunikatif, dan jangan ragu bertanya adalah langkah paling sederhana yang bisa ibu lakukan untuk melindungi si kecil.