Pencarian

Komisi II DPRD Lampung Barat Belajar Kelola Panas Bumi di Salak, Operasi Berdampingan dengan Hutan Lestari

Minggu, 19 Juli 2026 • 15:18:31 WIB
Komisi II DPRD Lampung Barat Belajar Kelola Panas Bumi di Salak, Operasi Berdampingan dengan Hutan Lestari
Rombongan Komisi II DPRD Lampung Barat mengamati langsung pengelolaan energi panas bumi di Gunung Salak, Bogor.

LAMPUNG BARAT — Rombongan Komisi II DPRD Lampung Barat baru-baru ini menggelar kunjungan kerja ke lapangan panas bumi Gunung Salak di Bogor. Tujuannya, menggali pengalaman teknis dan sosial dalam mengelola energi baru terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan daerah.

Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial mengatakan, potensi panas bumi di wilayahnya cukup besar. Karena itu, pihaknya membutuhkan referensi praktik terbaik agar pengembangannya bisa optimal tanpa mengorbankan aspek keberlanjutan.

Operasi di Tengah Hutan, Tutupan Hijau Tetap Terjaga

"Yang paling berkesan bagi kami adalah melihat langsung bahwa operasi panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan kawasan hutan. Kami tidak melihat adanya kerusakan hutan, justru tutupan hutannya tetap terjaga dengan baik," ujar Edi Novial dalam keterangan yang dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu.

Menurutnya, kunjungan ini memberi gambaran bahwa pengembangan panas bumi bisa dilakukan secara bertanggung jawab. Prinsipnya, tetap menjaga kelestarian lingkungan di tengah aktivitas produksi energi.

Kolaborasi dan Teknologi Injeksi Jadi Kunci Keberlanjutan

Selama kunjungan, rombongan mendapat pemaparan menyeluruh. Mulai dari pengelolaan reservoir, standar keselamatan kerja, pengendalian dampak lingkungan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan yang melibatkan warga sekitar.

Salah satu poin penting yang disorot adalah sistem injeksi fluida panas bumi kembali ke dalam reservoir. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lapangan dalam jangka panjang sekaligus mempertahankan keseimbangan sumber daya alam.

Edi menambahkan, pengelolaan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pemerintah pusat, dan masyarakat. Tanpa sinergi itu, investasi energi bersih sulit berjalan dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Star Energy: Energi Bersih Harus Selaras dengan Alam dan Warga

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Gunung Salak, Irwan Januar, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari besaran energi yang dihasilkan. Komitmen menjaga keseimbangan antara penyediaan energi bersih, pelestarian lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat menjadi tolok ukur yang tak terpisahkan.

"Kami menyambut baik kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Lampung Barat. Pengembangan panas bumi harus berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Prinsip tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional kami di Salak," ujar Irwan.

Melalui studi ini, Star Energy Geothermal berharap pengalaman yang diperoleh dapat memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. Terutama dalam mendukung pengembangan energi panas bumi berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian alam dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks