Shabila Eka Satria akan menjejakkan kaki di Fakultas Hukum UI, sementara saudara kembarnya, Shafira Dwi Satria, diterima di Fakultas Kedokteran UI. Keduanya adalah buah dari pasangan Tambat Satria, asal Balai Kencana, dan Apriyanti, dari Sukajadi, Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat.
Keluarga kecil itu memilih merantau ke Bekasi demi masa depan anak-anaknya. Sang ayah, Tambat, tak lelah menawarkan dagangannya dari kampung ke kampung, sementara sang ibu setia mendampingi dan menjaga nyala semangat belajar kedua putrinya di sebuah rumah kontrakan sederhana.
“Keterbatasan Bukan Tembok Penghalang”
Mukhlis Basri yang pernah dua periode menjabat sebagai Bupati Lampung Barat sebelum dimekarkan menjadi Pesisir Barat itu datang bersama Bang Oking, tokoh masyarakat Krui di Cikarang, dan Kang Kusnadi, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat yang masih memiliki ikatan kekerabatan dengan Sekala Brak, Lampung Barat. Malam itu, suasana kekeluargaan melelehkan sekat jabatan dan gelar, menyisakan kebanggaan bersama sebagai sesama putra Lampung.
"Perjuangan keluarga ini sangat luar biasa. Saya datang untuk memberikan semangat agar Shafira dan Shabila tetap fokus belajar, menjaga prestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk masyarakat serta membanggakan Lampung," ujar Mukhlis dalam perbincangan hangat yang berlangsung di kediaman keluarga tersebut.
Pesan untuk Generasi Muda Lampung
Politikus yang kini duduk di Komisi V DPR RI itu menegaskan bahwa kisah Shafira dan Shabila adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok yang dapat menghalangi anak-anak daerah untuk berdiri sejajar dengan siapa pun. Ia berharap kisah dua putri Pesisir Barat ini menjadi cahaya bagi pelajar lain di Lampung.
“Anak-anak Lampung memiliki kemampuan yang sama dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah semangat, kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga. Saya berharap semakin banyak generasi muda dari Pesisir Barat maupun Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.
Mukhlis memberikan penghormatan khusus kepada Tambat Satria dan Apriyanti yang telah menjadikan pendidikan sebagai prioritas, meski hidup berjalan dalam keterbatasan. Menurutnya, pendidikan sering kali tidak dibangun oleh kemewahan, melainkan oleh pengorbanan yang diam-diam.
Makan Malam Bersama Sebelum Langkah Besar Dimulai
Usai berbincang, Mukhlis Basri bersama Bang Oking dan Kang Kusnadi mengajak keluarga tersebut makan malam di sebuah rumah makan tak jauh dari tempat tinggal mereka. Suasana hangat itu menjadi bekal kecil menjelang langkah besar yang akan segera dimulai oleh Shafira dan Shabila sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia.
Jarak dari Krui menuju Depok bukanlah persoalan kilometer semata, melainkan perjalanan panjang yang ditempuh oleh ketekunan, disiplin, doa, dan pengorbanan orang tua. Kini, setiap tetes keringat sang ayah yang menemani panas matahari telah menuliskan jalan menuju kampus biru. (Rls/Redaksi)