LAMPUNG — Jakarta, Kompas.com – VinFast MPV 7 langsung menyita perhatian sejak debut di IIMS 2026. Alasannya jelas: banderol Rp 329 juta (masa promo) dari harga normal Rp 345 juta menjadikannya MPV listrik termurah di Indonesia. Sebagai perbandingan, BYD M6 dibuka dari Rp 383 juta. Namun, setelah duduk di balik kemudi dan menjajalnya di area pameran, saya menemukan setiap rupiah yang dihemat punya konsekuensi sendiri.
Dimensi Terbesar di Kelas, Tapi Kabin Terasa Sederhana
Dari luar, mobil ini tidak terlihat murahan. Lampu DRL berbentuk V khas VinFast, LED proyektor, dan pelek 19 inci memberi kesan modern. Dengan panjang 4,7 meter dan jarak sumbu roda 2.840 mm—terbesar di kelasnya—overhang pendek membuat ruang kabin terasa lega. Bagasi juga lapang berkat desain boksi di belakang.
Sayangnya, begitu pintu terbuka, kesan itu berubah. Hampir seluruh dasbor dilapisi plastik keras. Setirnya terasa sangat ringan—nyaman untuk macet-macetan Jakarta, tapi minim feedback. Buat pengemudi yang suka sensasi jalan, ini kurang meyakinkan.
Layar Tunggal: Semua Informasi dan Kontrol di Satu Titik
Satu hal yang butuh adaptasi besar: tidak ada panel instrumen di depan pengemudi. Semua informasi—dari kecepatan, AC, hingga fitur kendaraan—dipusatkan di layar sentuh 10,1 inci di tengah dasbor. Ini berarti untuk mengatur suhu kabin atau melihat kecepatan, mata harus berpindah cukup jauh dari jalan. Saat mobil berjalan, akses cepat ke fungsi tertentu terasa merepotkan.
Posisi duduk pengemudi sendiri cukup ergonomis. Setir bisa diatur tilt dan telescopic, visibilitas ke luar baik. Tapi material jok terasa terlalu empuk. Tubuh seperti tenggelam dan kurang mendapat penopang, terutama di bagian bokong.
Baris Kedua dan Ketiga: Luas Tapi Kurang Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Baris kedua menawarkan ruang kaki dan kepala yang lega. Namun, kenyamanan duduk kurang maksimal karena bantalan jok yang terlalu lunak. Untuk perjalanan jauh, ini berpotensi membuat punggung cepat lelah.
Baris ketiga cukup untuk orang dewasa, tapi ada masalah struktural. Baterai terletak di bawah lantai, membuat posisi kaki sedikit terangkat. Untuk penumpang dengan tinggi 165 cm ke atas, saya perkirakan kaki akan cepat pegal dalam perjalanan lebih dari satu jam.
Verdict Awal: MPV Murah dengan Harga sebagai Magnet Utama
VinFast MPV 7 jelas menawarkan value proposition yang unik: mobil listrik 7-penumpang dengan dimensi besar di harga Rp 329 juta. Namun, setelah menjajalnya, kompromi di material kabin, setir yang terlalu ringan, dan absennya panel instrumen membuat pengalaman berkendara terasa kurang matang. Cocok untuk konsumen yang prioritas utamanya harga murah dan ruang kabin luas, bukan kenyamanan berkendara atau kualitas interior premium.