BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyebut kegiatan ini bukan sekadar pendataan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memotret seluruh denyut ekonomi daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting bagi kita semua untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Bagi Provinsi Lampung, sensus ini memiliki arti yang sangat strategis sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan," kata Mirzani di Bandarlampung, Sabtu.
Potensi Besar yang Perlu Dipetakan
Menurut gubernur, Lampung memiliki kekuatan ekonomi yang tersebar di berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, hingga pariwisata. Selain itu, jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi motor penggerak ekonomi yang tak bisa diabaikan.
"Seluruh potensi tersebut, harus didata secara lengkap agar menghasilkan kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Data Akurat, Kebijakan Tepat Sasaran
Dengan data yang valid, pemerintah daerah bisa menyusun strategi pembangunan yang lebih terukur. Mirzani menekankan bahwa hasil sensus akan menjadi fondasi untuk memperkuat dunia usaha, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja.
"Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan semakin kuatnya usaha rakyat," katanya.
Arah Pembangunan yang Inklusif hingga ke Desa
Ke depan, pembangunan ekonomi Lampung diarahkan agar tumbuh secara inklusif dan berkeadilan. Targetnya, manfaat pembangunan bisa menjangkau hingga ke pelosok desa.
"Untuk mewujudkannya, pemerintah membutuhkan peta ekonomi yang akurat mengenai persebaran usaha, sektor yang berkembang, hingga bidang usaha yang masih memerlukan dukungan investasi dan kebijakan," jelas Mirzani.
Ajakan Sukseskan Sensus ke Semua Pihak
Gubernur pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif. Mulai dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), instansi vertikal, BUMN, akademisi, media massa, hingga masyarakat umum.
"Maka saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan pelaksanaan sensus. Mulai dari unsur forkopimda, instansi vertikal, BUMN, akademisi, media massa, hingga seluruh masyarakat diminta berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus," pungkasnya.