Pencarian

Tunjangan Profesi Guru Dorong Kompetensi Pengajar PAUD di Lampung Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

Sabtu, 27 Juni 2026 • 22:52:31 WIB
Tunjangan Profesi Guru Dorong Kompetensi Pengajar PAUD di Lampung Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun
Guru PAUD di Lampung manfaatkan Tunjangan Profesi Guru untuk pengembangan kompetensi dalam mendukung Wajib Belajar 13 Tahun.

BANDAR LAMPUNG — Program Wajib Belajar 13 Tahun yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat angin segar dari pemanfaatan Tunjangan Profesi Guru di Lampung. Alih-alih sekadar tambahan penghasilan, TPG digunakan para pengajar PAUD untuk membiayai pengembangan kompetensi secara mandiri dan berkelanjutan.

Budi Iswanti, guru TK Al Muttaqien di Bandar Lampung, mengaku TPG membantunya mengikuti berbagai pelatihan dan perkembangan kebijakan pendidikan. Ia juga menggunakan tunjangan itu untuk berlangganan internet guna mengakses Ruang GTK serta membeli buku referensi dan media pembelajaran.

"Sebagai guru PAUD, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan anak dengan memanfaatkan media serta sumber belajar hasil dari pemanfaatan TPG," ujar Iswanti.

Komitmen Guru PAUD Wujudkan Transisi ke SD

Iswanti berkomitmen mendukung keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun dengan membiasakan kegiatan literasi dan menerapkan pembelajaran berbasis bermain. Ia menanamkan nilai-nilai karakter pada murid sejak dini agar siap melanjutkan ke jenjang SD.

"Pembelajaran yang menyenangkan sangat berdampak pada kembang anak secara optimal. Dengan begitu, anak-anak menjadi sehat dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD," katanya.

Praktik serupa dilakukan Puput Angellica, guru TK Harapan Bangsa Banjarejo, Kabupaten Pringsewu. Baginya, TPG tidak hanya menunjang kebutuhan sehari-hari tetapi juga membiayai keikutsertaan dalam seminar, workshop, dan pelatihan pendidikan.

Inovasi Pembelajaran Berpusat pada Anak

Puput menilai program Wajib Belajar 13 Tahun sangat baik untuk memberikan kesempatan setara bagi setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan satu tahun pra sekolah. Inovasi pembelajaran berkelanjutan, menurutnya, sangat berpengaruh pada proses belajar di PAUD dan kesiapan murid ke jenjang berikutnya.

"Hasil dari pelatihan itu memantik saya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan berpusat kepada anak melalui penggunaan media kontekstual," ujar Puput. Ia berharap anak-anak menjadi senang ke sekolah, terbentuk karakternya, dan tumbuh kembangnya ideal.

Wamendikdasmen Dorong LPTK Cetak Guru Profesional

Dalam kunjungan ke Lampung, Kamis (25/6), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam membentuk guru dan calon guru berkualitas.

Ia menyebut profesi guru perlu dikelola seperti profesi strategis lainnya, misalnya kedokteran, yang memiliki sistem pendidikan, kuota penerimaan, dan penjaminan penempatan kerja terukur. Dengan begitu, lulusan LPTK mendapat kepastian jalur karier dan pengembangan kompetensi yang konsisten.

"Peningkatan kualitas guru menjadi prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, dukungan LPTK sangat penting untuk menghasilkan guru-guru profesional, kompeten, dan siap mencetak generasi Indonesia yang unggul," ungkap Fajar di Bandar Lampung.

Bagikan
Sumber: news.schoolmedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks