BANDAR LAMPUNG — Seorang wali murid, Rifki, mengaku sudah mencoba mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 14 Bandar Lampung sejak Selasa. Namun setiap kali data diinput, sistem menolak dengan notifikasi NISN tidak terdaftar.
"Saya sangat kecewa. Jangan sampai karena persoalan administrasi anak-anak kehilangan kesempatan untuk masuk sekolah negeri," kata Rifki, Rabu (3/6/2026).
Menurut Rifki, pihak SMP Muhammadiyah Bandar Lampung, tempat anaknya bersekolah, telah lama menyerahkan data siswa ke dinas terkait. Ia menduga ada keterlambatan dalam penginputan data sehingga NISN anaknya tidak terbaca.
Operator Dinas Kota: Bukan Karena Keterlambatan Input
Operator Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Nurkayat, membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa NISN setiap lulusan SMP sudah tersedia dan tervalidasi dari pemerintah pusat.
"Hari ini memang ada beberapa siswa SMP yang ingin mendaftar ke SMA Unggul tetapi datanya tidak tersedia di database. Sebenarnya ini bukan karena Dinas Pendidikan Kota terlambat menginput NISN," ujar Nurkayat.
Ia menjelaskan, persoalan muncul saat proses penarikan data dari pusat ke sistem SPMB SMA Provinsi Lampung. Sebagian data berhasil masuk, sebagian lagi tidak tertarik.
"Saat ini sedang dilakukan sinkronisasi ulang. Kepala Dinas Pendidikan Kota juga sudah menyampaikan surat ke provinsi untuk membantu penyelesaian," katanya.
Kadis Provinsi: Sekolah Belum Perbarui Data
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memiliki versi berbeda. Menurutnya, kendala terjadi karena sejumlah sekolah belum memperbarui atau mengaktifkan data peserta didik.
"Ada beberapa sekolah yang belum aktif sehingga kami meminta dilakukan perubahan dan pembaruan data agar NISN siswa bisa terekam. Jadi ini tidak terjadi di semua sekolah," kata Thomas.
Thomas mengimbau wali murid yang mengalami kendala untuk segera berkoordinasi dengan sekolah tujuan. Pihak sekolah akan membantu memverifikasi data dan memberikan arahan.
Batas Akhir Pendaftaran 5 Juni, Sinkronisasi Masih Berlangsung
Nurkayat mengakui kasus seperti ini baru pertama kali terjadi. Pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi.
Ia membuka kemungkinan adanya penyesuaian jadwal pendaftaran yang berakhir pada 5 Juni mendatang jika proses sinkronisasi belum rampung.
"Kalau memang sampai batas waktu masih ada kendala, kemungkinan akan ada kebijakan lanjutan. Saat ini yang terpenting adalah memastikan seluruh data siswa bisa masuk ke sistem dan hak mereka untuk mendaftar tetap terpenuhi," pungkasnya.