Pencarian

Intel Akui Harga Memori Terlalu Mahal dan Janji Pertahankan Dukungan DDR4 di Tengah Krisis Pasokan

Selasa, 02 Juni 2026 • 17:47:01 WIB
Intel Akui Harga Memori Terlalu Mahal dan Janji Pertahankan Dukungan DDR4 di Tengah Krisis Pasokan
Intel memperpanjang dukungan DDR4 melalui prosesor Raptor Lake di tengah lonjakan harga memori.

Krisis harga memori telah mengubah lanskap industri PC secara fundamental. Nish Neelalojanan, senior director of product management Intel, menyebut bahwa komponen memori dan penyimpanan kini menjadi faktor penentu harga sistem, bukan lagi prosesor. "Large memory is completely overshadowing any CPU prices, right, memory and storage… CPU is not any more determining your system price point," ujarnya kepada Tom's Hardware.

DDR4 Jadi Jurus Intel di Tengah Lonjakan Harga DRAM

Alih-alih memaksa konsumen beralih ke DDR5 yang mahal, Intel justru memperpanjang masa hidup lini Raptor Lake yang kompatibel dengan DDR4. Neelalojanan menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menghentikan produksi (end-of-life) prosesor generasi sebelumnya tersebut. "We’ll continue to make sure that there are products which can take care of older memory technologies if they’re available and cheap," katanya.

Strategi ini kontras dengan langkah AMD yang baru saja menghidupkan kembali Ryzen 7 5800X3D edisi ulang tahun ke-10 serta meluncurkan Ryzen 7 7700X3D—dua prosesor yang menggunakan arsitektur lebih lama. Dalam kondisi pasar normal, chip semacam itu mungkin tidak menarik. Namun di tengah krisis harga memori, produk-produk ini justru menjadi oase di tengah gurun.

Wildcat Lake: Laptop Murah dengan Memori Minimalis

Intel juga menyiapkan Wildcat Lake, prosesor entry-level untuk laptop yang mendukung konfigurasi memori serendah 8GB dan hanya beroperasi di kanal tunggal (single-channel). Produk ini menyasar segmen laptop di bawah US$600—pasar yang sama yang kini dibidik Qualcomm lewat chip Snapdragon C dan Apple dengan MacBook Neo. AMD, sejauh ini, belum memiliki produk yang secara langsung menargetkan segmen harga tersebut.

Namun keputusan Intel untuk menghilangkan dukungan DDR4 dan LPDDR4 di Wildcat Lake menuai kritik. Beberapa pengamat menilai langkah ini kontradiktif dengan retorika perusahaan yang mengklaim peduli pada keterjangkauan memori. Sebuah komentar di forum teknologi bahkan menyindir: "Intel bilang mereka peduli pada DDR4, tapi justru membuang dukungannya di Wildcat Lake. Silakan beli stok lama yang menumpuk di gudang."

Intel Jajaki Vendor Memori Lokal, Termasuk dari Indonesia

Satu pengakuan menarik muncul saat Neelalojanan menyebut bahwa Intel kini aktif memvalidasi produk dari pemasok memori independen di berbagai negara. "If there are local-specific memory vendors, like in China and now Indonesia is even bringing up a couple of them. We’re trying to validate as much as we can," ungkapnya. Ini menjadi sinyal positif bagi industri komponen dalam negeri yang mulai merambah pasar global.

Dengan strategi ganda—mempertahankan DDR4 lewat Raptor Lake dan menyediakan opsi murah lewat Wildcat Lake—Intel berharap bisa memberi ruang napas bagi konsumen yang tercekik harga memori. Namun pertanyaan besarnya: berapa lama lagi strategi ini bisa bertahan sebelum "sesuatu" benar-benar harus berubah secara fundamental di pasar memori global?

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks