Paul Dunlop, product lead untuk Android Onboarding dan Android Settings di Google, mengumumkan melalui Threads pada Senin (17/6) bahwa alat migrasi Android Switch telah dibangun ulang dari awal. Fitur ini tidak lagi membutuhkan kabel untuk mentransfer data — koneksi WiFi sudah cukup. Namun opsi kabel tetap tersedia bagi pengguna yang menginginkannya.
Yang membedakan pembaruan ini dari versi sebelumnya adalah cakupan data yang bisa dipindahkan. Dunlop menyebut alat ini kini mendukung "lebih banyak data dari sebelumnya." Pengguna iPhone tak perlu lagi khawatir kehilangan riwayat obrolan grup iMessage yang selama ini menjadi salah satu hambatan psikologis terbesar untuk pindah ekosistem.
Grup Chat iMessage, Passkey, hingga Pengaturan Aksesibilitas Ikut Pindah
Android Switch versi baru mampu mentransfer pesan teks dalam format SMS, MMS, dan RCS — termasuk grup chat dari iMessage. Google juga menambahkan dukungan untuk kata sandi (passwords), passkey, kredensial WiFi, dan alarm. Semua data ini langsung diterapkan ke perangkat Android baru tanpa perlu pengaturan manual.
Tak hanya data digital, alat ini juga memindahkan tata letak aplikasi, wallpaper, dan pengaturan aksesibilitas dari iPhone. Artinya, pengalaman visual dan kemudahan akses yang sudah disesuaikan pengguna di iOS akan langsung terbawa ke Android — mengurangi rasa asing saat pertama kali menggunakan ponsel baru.
Google bahkan mengklaim akun Google dan eSIM dari iPhone bisa dipindahkan selama proses pengaturan awal perangkat. Langkah ini mengeliminasi salah satu titik frustrasi terbesar dalam migrasi: mengatur ulang koneksi seluler dan login akun.
Peluncuran Bertahap, Mulai dari Pixel
Meski terdengar revolusioner, Google memilih pendekatan hati-hati. Dunlop menyatakan pembaruan Android Switch mulai digulirkan hari ini (17/6) untuk "persentase kecil perangkat Android 17." Kemungkinan besar, pengguna Pixel 6 dan yang lebih baru menjadi yang pertama merasakan fitur ini.
Android 17 sendiri baru diperkenalkan sehari sebelumnya, pada 16 Juni. Sistem operasi ini membawa peningkatan keamanan signifikan, termasuk deteksi ancaman yang lebih cerdas dan mode "Mark as Lost" yang memungkinkan pengguna menandai perangkat hilang dengan proteksi ekstra. Bersamaan dengan peluncuran OS, Google juga merilis June Pixel Drop yang menghadirkan fitur seperti Screen Reactions — menggabungkan kamera depan dengan rekaman layar ala green screen — dan Bubbles, sistem multitasking dengan menu aplikasi mengambang di layar utama.
Strategi Google Memperlebar Pangsa Pasar
Android Switch bukanlah fitur baru. Sejak lama, Google menyediakan alat ini untuk pengguna iPhone yang ingin beralih, bahkan juga untuk migrasi antar perangkat Android. Yang berubah kini adalah kedalaman dan kelancaran prosesnya.
Dalam pasar ponsel global yang semakin jenuh, perangkat keras saja tidak cukup untuk memenangkan pengguna. Ekosistem dan kemudahan transisi menjadi senjata kompetitif. Dengan menghilangkan hambatan teknis — terutama migrasi grup chat dan passkey — Google secara langsung menargetkan salah satu alasan utama pengguna iPhone bertahan: rasa berat meninggalkan data yang sudah tertanam di iOS.
Bagi pengguna Indonesia, fitur ini bisa menjadi pertimbangan serius saat memutuskan pindah ke Android. Meskipun belum ada kepastian kapan pembaruan akan tersedia untuk merek lain seperti Samsung, Xiaomi, atau Oppo, arah pengembangan Google sudah jelas: membuat batas antara iOS dan Android setipis mungkin.