BANDAR LAMPUNG — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi ajang bagi DPD PDIP Lampung untuk menegaskan kembali komitmen terhadap nilai gotong royong, khususnya di sektor ketahanan pangan. Ketua DPD PDIP Lampung menyebut bahwa semangat Pancasila harus terlihat dari aksi nyata di lapangan, terutama dalam menghadapi tekanan terhadap ketersediaan pangan rumah tangga.
“Gotong royong adalah inti dari Pancasila. Kami ingin nilai itu hidup kembali dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Lampung, mulai dari tingkat desa hingga kota,” ujar Ketua DPD PDIP Lampung dalam keterangannya, Sabtu (1/6).
Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Prioritas?
PDIP Lampung menilai sektor pangan menjadi salah satu isu paling krusial yang dihadapi masyarakat saat ini. Fluktuasi harga komoditas dan ancaman gagal panen di sejumlah wilayah disebut membutuhkan respons kolektif. Partai berlambang banteng itu mendorong agar setiap kader dan simpatisan menginisiasi program lumbung pangan desa serta kebun bibit mandiri.
Ketua DPD menambahkan, peran aktif kader di tingkat ranting dan anak cabang sangat diperlukan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan hingga ke rumah-rumah warga. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Lampung yang sudah mulai mengaktifkan kembali sistem gotong royong untuk pengelolaan lahan tidur.
Fakta Singkat: Arah Kebijakan PDIP Lampung
- Mengaktifkan kembali program lumbung pangan di tingkat desa dan kelurahan.
- Mendorong kader untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun produksi pangan keluarga.
- Memperkuat sinergi dengan kelompok tani dan gapoktan di 15 kabupaten/kota se-Lampung.
Langkah ini dinilai sejalan dengan instruksi pusat partai yang meminta seluruh jajaran mengedepankan aksi sosial berbasis komunitas. PDIP Lampung juga berencana menggelar rapat koordinasi khusus ketahanan pangan dalam waktu dekat.
Gotong Royong Bukan Sekadar Retorika
Dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, Ketua DPD PDIP Lampung mengingatkan bahwa krisis pangan tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan top-down. Ia mendorong setiap ranting partai untuk membuat peta kebutuhan pangan di wilayah masing-masing. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar advokasi ke pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin Pancasila hanya diingat setahun sekali. Implementasi gotong royong harus terlihat dari bagaimana kita membantu tetangga yang kesulitan bahan pokok,” ujarnya.
PDIP Lampung juga menyatakan akan memantau langsung pelaksanaan program ketahanan pangan di beberapa titik rawan pangan di Lampung Timur dan Lampung Tengah. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai target.