LAMPUNG — Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Fajar/Fikri harus melewati gim pertama yang sangat ketat sebelum akhirnya menang 23-21 lewat setting. Dominasi mereka di gim kedua tidak terbantahkan — unggul 21-4 dan hanya memberi lawan satu poin di setengah gim awal.
Gim Pertama Jadi Penentu Mental
Fajar mengakui pertarungan di gim pertama menjadi kunci kemenangan. Kedua pasangan saling kejar poin dengan permainan depan net yang agresif.
"Tidak mudah, banyak kejar-mengejar poin. Mereka juga bermain di depan net, mengadu di depan kuncinya. Jadi memang sedikit krusial ketika kami bisa memenangkan adu setting," ujar Fajar dalam rilis PBSI.
Faktor Angin dan Adaptasi Lawan
Fajar menilai Liang/Wang kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berangin. Hal ini dimanfaatkan maksimal oleh ganda putra Indonesia.
"Mereka mempunyai tipe permainan yang komplit dengan Wang Chang sebagai playmaker dan Liang Weikeng sebagai eksekutor di belakang. Tapi hari ini mereka terlihat kesulitan karena kondisi bola yang cukup kencang dan lapangan sangat berangin. Kami bisa lebih memanfaatkan situasi," kata Fajar.
Keunggulan 11-0, Fikri: Kami Tidak Mau Lengah
Di gim kedua, Fajar/Fikri diuntungkan posisi menang angin. Mereka langsung tancap gas dan memimpin 12-0 sebelum Liang/Wang mencetak poin pertama.
Fikri menegaskan timnya tetap fokus meski sudah unggul jauh. "Kami tidak mau lengah, tidak mau jadi terkejar, tidak mau momentum balik untuk mereka. Jadi kami tekan terus, alhamdulillah bisa berjalan lancar," tuturnya.
Final Lawan Rankireddy/Shetty
Di babak puncak, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Kedua pasangan sama-sama mengincar gelar perdana mereka di Singapore Open tahun ini.