Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon memimpin apel siaga pengamanan Hari Buruh Internasional 2026 untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Meski tidak ada agenda aksi unjuk rasa di wilayah tersebut, kepolisian tetap bersiaga penuh guna mengantisipasi dinamika lapangan dan menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
LAMPUNG TENGAH — Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon memimpin langsung Apel Siaga pengamanan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di halaman Mapolres setempat, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran personel, mulai dari Pejabat Utama (PJU) hingga ASN Polri di lingkungan Polres Lampung Tengah.
Apel kesiapsiagaan ini digelar sebagai langkah konkret kepolisian dalam memetakan potensi gangguan keamanan pada momentum peringatan Hari Buruh. Fokus utama kegiatan adalah memastikan Kabupaten Lampung Tengah tetap berada dalam situasi yang aman, damai, dan tertib sepanjang hari besar tersebut berlangsung.
Kesiapsiagaan Personel Menjadi Kunci Stabilitas
Dalam arahannya, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menekankan bahwa kesiapan anggota di lapangan merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan sikap responsif terhadap segala situasi.
“Kesiapsiagaan personel adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Saya minta seluruh anggota tetap siaga, responsif dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolres di hadapan ratusan personel yang mengikuti apel pagi tersebut.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar bentuk pengamanan fisik. Lebih dari itu, kehadiran petugas bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi warga agar tetap bisa menjalankan aktivitas harian tanpa rasa khawatir selama peringatan May Day.
Instruksi Kapolda Lampung: Tegas Namun Humanis
Kapolres juga menyampaikan instruksi khusus dari Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan aksi massa. Personel diminta untuk tetap memegang teguh prinsip profesionalisme dan proporsionalitas dalam bertindak, namun tidak meninggalkan sisi humanis.
“Profesional dalam menjalankan tugas sesuai SOP, proporsional dalam bertindak sesuai dinamika di lapangan, serta humanis dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat,” kata Kapolres menjabarkan arahan pimpinan tertinggi Polda Lampung tersebut.
Sinergitas antara Polri, pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, serta elemen masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan menjaga ketertiban. Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif, tidak hanya di Lampung Tengah, tetapi juga di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Antisipasi Perubahan Situasi Lapangan
Berdasarkan pantauan intelijen dan laporan terbaru, wilayah Kabupaten Lampung Tengah tidak memiliki agenda aksi unjuk rasa resmi dari serikat buruh pada peringatan May Day 2026. Kendati demikian, Polres Lampung Tengah memilih untuk tidak mengendurkan pengawasan dan tetap menyiagakan kekuatan penuh.
“Walaupun di Lampung Tengah tidak ada agenda aksi unjuk rasa pada peringatan May Day tahun ini, seluruh personel tetap kami siagakan. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi,” imbuhnya. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan sekecil apa pun.
Polres Lampung Tengah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di titik-titik vital dan pusat keramaian. Pengamanan tetap dilakukan secara optimal sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun sebelumnya guna menghadapi segala kemungkinan perkembangan situasi di lapangan.
Penekanan Disiplin Internal dan Larangan Narkoba
Di luar urusan pengamanan May Day, AKBP Charles juga memanfaatkan momentum apel untuk memberikan peringatan keras terkait disiplin internal. Ia mengingatkan seluruh anggota agar menjaga marwah institusi dengan tidak melakukan pelanggaran hukum, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
“Saya tegaskan kepada seluruh personel, jangan sampai ada yang melakukan pelanggaran, apalagi terkait narkoba. Jangan pernah menciderai nama baik institusi Polri yang selama ini kita jaga bersama,” tegasnya. Ia meminta komitmen nyata dari setiap individu untuk menjauhi narkoba yang dapat merusak karier dan kehormatan Polri.
Secara spesifik, Kapolres memberikan instruksi kepada personel Satresnarkoba agar menjadi garda terdepan dalam menunjukkan integritas. “Anggota Satresnarkoba harus menjadi teladan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari. Tunjukkan integritas dan komitmen dalam pemberantasan narkoba,” pungkasnya.