Pencarian

Kota Metro Percepat Tanam Padi hingga Mei 2026 Hadapi El Niño

Sabtu, 02 Mei 2026 • 08:15:15 WIB
Kota Metro Percepat Tanam Padi hingga Mei 2026 Hadapi El Niño
Petani Kota Metro percepat tanam padi hingga Mei 2026 untuk antisipasi El Niño.

Metro — Pemerintah Kota Metro merespons potensi kemarau panjang pada 2026 dengan strategi pertanian komprehensif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro menggelar dialog terbuka dengan kelompok tani untuk menyerap aspirasi dan memperkuat koordinasi lapangan dalam mengantisipasi dampak El Niño.

Jaringan Kelembagaan Pertanian yang Kuat di Metro

Sektor pertanian Kota Metro dikelola melalui jaringan kelembagaan yang sudah terstruktur. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Hery Wiratno, mencatat adanya 137 kelompok tani, 75 kelompok pembudidaya ikan, 74 kelompok wanita tani, 63 kelompok peternak, 52 lumbung pangan, serta 24 kelompok P3A yang melibatkan lebih dari 5.000 kepala keluarga.

"Potensi sumber daya manusia ini harus dikoordinasikan dengan baik agar distribusi bantuan, teknologi pertanian, dan penanganan masalah di lapangan bisa tepat sasaran dan efektif," ujar Hery Wiratno.

Percepatan Tanam dan Diversifikasi Komoditas

Menghadapi ancaman kekeringan, pemerintah kota menetapkan batas waktu tanam padi hingga pertengahan Mei 2026. Setelah tanggal tersebut, petani didorong untuk beralih ke komoditas lain seperti jagung guna menghindari risiko gagal panen.

Dinas juga merekomendasikan penggunaan varietas padi unggul berumur genjah, seperti Inpari 38 dan Inpari 46, dengan masa panen sekitar 84 hari untuk lebih aman menghadapi musim kemarau. Petani juga difasilitasi memanfaatkan 28 unit traktor besar dan alat mesin pertanian lainnya dari bantuan pemerintah.

Investasi Infrastruktur Irigasi dan Mitigasi Risiko

Pemerintah Kota Metro mempersiapkan langkah strategis yang komprehensif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penerapan sistem peringatan dini, hingga optimalisasi infrastruktur irigasi. Pada 2026, Kota Metro menerima alokasi dari pemerintah pusat berupa pembangunan jaringan irigasi di 10 titik, lima unit jaringan perpipaan, dan dua unit pompa air dalam.

Hery Wiratno menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dengan Dinas PUPR dalam pengelolaan sumber daya air. "Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan sinergi kuat, terutama dalam manajemen air dan mitigasi risiko agar ketahanan pangan dan ekonomi daerah tetap terjaga," tegasnya.

Komitmen Pemerintah Daerah dan Pusat

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Pihaknya berkomitmen memenuhi kebutuhan petani, mulai dari sarana produksi, alat mesin pertanian, hingga dukungan infrastruktur irigasi.

"Kami di Pemerintah Kota Metro akan terus hadir dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem," ujar Bambang Iman Santoso. Wali Kota telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan tambahan bantuan, baik traktor, combine harvester, maupun pompa air, dengan fokus pada pemeliharaan alat di lapangan.

Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

Langkah strategis ini diharapkan menjaga stabilitas ekonomi Kota Metro di tengah perubahan iklim global. Selain sektor pertanian, potensi peternakan juga menunjukkan kemajuan, dengan empat sapi asal Kota Metro masuk nominasi pilihan Presiden dengan bobot di atas satu ton, menjadi kebanggaan bagi daerah.

Bagikan
Sumber: lampung.idntimes.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks