KALIANDA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar shalat ghaib berjamaah sebagai bentuk penghormatan terakhir dan dukungan spiritual bagi para korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Kalianda ini dilaksanakan tepat setelah ibadah shalat dzuhur dengan diikuti oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta elemen masyarakat setempat.
Wujud Solidaritas Spiritual Masyarakat Lampung Selatan
Pelaksanaan shalat ghaib ini menjadi simbol empati mendalam dari masyarakat Lampung Selatan terhadap musibah transportasi yang memakan korban jiwa tersebut. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan bahwa meskipun lokasi kejadian berada di luar provinsi, rasa kemanusiaan dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Suasana khidmat menyelimuti ruang utama masjid saat para jamaah memanjatkan doa bersama.
“Hari ini kita setelah melaksanakan shalat dzuhur dan kita lanjutkan shalat ghaib untuk mendoakan seluruh korban tragedi kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur,” kata Bupati Radityo Egi Pratama usai melaksanakan shalat ghaib di Masjid Agung Kalianda. Menurutnya, doa bersama ini diharapkan dapat memberikan kekuatan spiritual bagi para korban di alam sana serta menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kegiatan ini juga melibatkan tokoh-tokoh agama di wilayah Kalianda yang memandu jalannya doa. Kehadiran masyarakat umum dalam saf shalat ghaib tersebut menunjukkan tingginya rasa kepedulian warga Lampung Selatan terhadap bencana yang menimpa sesama warga negara. Pemerintah daerah memandang perlu untuk mengajak masyarakat berhenti sejenak dari rutinitas guna mendoakan keselamatan bangsa.
Duka Cita Mendalam dan Pesan Keselamatan Publik
Selain memimpin doa, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas nama pribadi dan pemerintah daerah. Ia berharap agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam setiap lini kehidupan, terutama pada sektor transportasi publik yang menjadi urat nadi mobilitas warga.
“Kita doakan semoga para korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Bupati. Dalam pesan singkatnya di hadapan jamaah, ia menekankan bahwa musibah bisa terjadi kapan saja, namun ikhtiar untuk menjaga keselamatan harus terus ditingkatkan oleh setiap individu maupun penyedia layanan jasa transportasi.
Ia juga mengajak masyarakat Lampung Selatan untuk mengambil hikmah dari peristiwa memilukan tersebut. Bupati mengingatkan agar warga senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan faktor keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik saat berada di jalan raya maupun saat menggunakan moda transportasi massal lainnya demi meminimalisir risiko kecelakaan.
Dorongan Peningkatan Standar Keamanan Transportasi
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui momentum ini juga memberikan perhatian pada aspek teknis keselamatan transportasi. Bupati mengimbau kepada seluruh pihak terkait, khususnya pengelola transportasi publik, untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan standar keamanan operasional. Hal ini dinilai krusial guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang yang dapat merugikan masyarakat luas.
Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan lainnya. Standar prosedur operasional (SOP) harus dijalankan dengan ketat tanpa kompromi untuk menjamin keamanan setiap pengguna jasa transportasi. Dukungan terhadap peningkatan fasilitas keamanan di stasiun maupun perlintasan kereta api menjadi poin penting yang disoroti dalam pernyataan pasca-shalat ghaib tersebut.
“Shalat ghaib tersebut menjadi wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat Lampung Selatan terhadap para korban, sekaligus mempererat kebersamaan dalam menghadapi musibah,” ucapnya menutup rangkaian kegiatan. Langkah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada ritual keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi kesadaran kolektif untuk lebih peduli terhadap keselamatan bersama di ruang publik.