LAMPUNG TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mulai melakukan sosialisasi dan persiapan menyambut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, memberikan atensi khusus terhadap agenda besar ini dengan meminta seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha, untuk terlibat langsung dan memberikan dukungan penuh terhadap proses pendataan yang akan dilakukan oleh petugas di lapangan.
Dalam keterangannya, Bupati Ela menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perhelatan sepuluh tahunan ini. Ia mendorong warga untuk memiliki kesadaran dalam "menghitung diri sendiri", yang artinya memahami potensi ekonomi yang dimiliki dan melaporkannya secara akurat kepada negara melalui instrumen sensus yang telah disediakan.
Partisipasi Aktif Pelaku Usaha dan Masyarakat
Bupati Lampung Timur menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat. Ia mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga besar, untuk tidak ragu memberikan informasi yang diperlukan. Partisipasi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam memetakan kekuatan ekonomi di Bumi Tuwah Bepadan.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga akan memudahkan pemerintah dalam melihat gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah. Dengan data yang dihimpun langsung dari bawah, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi sektor mana saja yang memerlukan penguatan, serta wilayah mana yang memiliki potensi pertumbuhan paling pesat namun belum tergarap secara maksimal.
Pesan yang disampaikan Bupati Ela cukup lugas, yakni mengharapkan setiap individu dan badan usaha di Lampung Timur bersikap kooperatif saat petugas sensus datang berkunjung. Hal ini penting agar tidak ada satu pun unit usaha yang terlewat dalam pendataan nasional yang komprehensif tersebut.
Pentingnya Akurasi dan Kejujuran Data
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Bupati Lampung Timur adalah mengenai kualitas data yang diberikan. Ia meminta masyarakat untuk mengisi data dengan jujur, lengkap, dan tidak berdasarkan perkiraan semata. Kejujuran dalam memberikan informasi mengenai omzet, jumlah tenaga kerja, hingga kendala usaha sangat menentukan validitas hasil sensus secara keseluruhan.
Bupati mengingatkan agar warga tidak mengisi data secara asal-asalan atau sekadar "kira-kira". Pengisian data yang tidak akurat dikhawatirkan akan memicu lahirnya kebijakan yang tidak tepat sasaran di masa depan. Oleh karena itu, ketelitian dalam menjawab setiap poin pertanyaan dalam formulir sensus menjadi tanggung jawab moral bagi setiap pelaku usaha di Lampung Timur.
Data yang jujur dan lengkap akan menjadi potret nyata kondisi ekonomi di lapangan. Tanpa kejujuran dari narasumber, angka-angka yang dihasilkan tidak akan mampu mencerminkan realitas sosial-ekonomi masyarakat yang sebenarnya, sehingga upaya pembangunan yang dirancang pemerintah berisiko mengalami bias.
Visi Lampung Timur Naik Kelas Melalui Data
Langkah serius dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini diambil demi ambisi besar membawa Lampung Timur "naik kelas". Bupati Ela Siti Nuryamah meyakini bahwa di balik deretan angka-angka hasil sensus tersebut, tersimpan kunci untuk menentukan arah masa depan daerah. Data yang akurat akan menjadi fondasi bagi perencanaan pembangunan yang lebih strategis dan efektif.
Dengan memiliki basis data ekonomi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat merancang program pemberdayaan yang lebih spesifik. Hal ini mencakup penyaluran bantuan usaha, pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi, hingga penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif bagi para pelaku usaha lokal maupun calon investor dari luar daerah.
Melalui sinkronisasi antara data yang valid dan kebijakan yang tepat, diharapkan kesejahteraan masyarakat Lampung Timur dapat meningkat secara signifikan. Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi daerah untuk melakukan evaluasi mandiri dan bersiap menghadapi tantangan ekonomi global dengan pijakan data yang dapat dipertanggungjawabkan.