BANDAR LAMPUNG — Pembentukan kepengurusan dilakukan secara bertahap melalui pembagian enam daerah pemilihan (dapil) agar seluruh kecamatan di ibu kota provinsi terjangkau. Ketua DPC PKB Kota Bandar Lampung Zam Zanariah menyebut struktur kecamatan jadi simpul utama penyerapan aspirasi warga.
Pola pembagian enam dapil dipakai supaya koordinasi antara DPC dan DPAC berjalan lebih efektif. Dengan cara itu, komunikasi organisasi tidak menumpuk di pengurus kota.
Zam menyatakan pembentukan pengurus di 20 kecamatan merupakan bagian dari komitmen memperkuat konsolidasi organisasi. Menurut dia, struktur itu harus menjadi penghubung antara partai dan masyarakat.
"Pembentukan kepengurusan DPAC di 20 kecamatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun soliditas kader, dan memastikan PKB hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin setiap pengurus memiliki tanggung jawab serta mampu menjalankan peran organisasi secara aktif di wilayah masing-masing," ujar Zam.
Pembentukan DPAC tidak berhenti pada penyusunan nama. DPC PKB merangkaikannya dengan Sekolah Kader Loyalis yang diarahkan membangun loyalitas, kedisiplinan, militansi, dan dedikasi kader.
Zam menilai pengurus kecamatan mesti aktif berkomunikasi dengan warga dan merespons persoalan di lingkungan masing-masing. Fungsi administratif saja tidak cukup.
"Melalui Sekolah Kader Loyalis, kami ingin para pengurus semakin memahami peran dan tanggung jawabnya. Kader harus solid, disiplin, dan memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Organisasi yang kuat harus dibangun melalui kaderisasi yang terarah dan kerja nyata," katanya.
Setiap DPAC terdiri atas 21 orang pengurus dengan keterwakilan perempuan 35 persen. Tiap kecamatan juga memiliki sembilan orang Dewan Syuro yang memberi pertimbangan organisasi dan menjaga nilai perjuangan partai.
Zam menyebut keterlibatan perempuan memperluas ruang kontribusi kader dalam kegiatan organisasi, pelayanan sosial, dan penyaluran aspirasi. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk menjadi ruang bagi seluruh kader.
"Kami ingin kepengurusan yang terbentuk menjadi ruang bagi seluruh kader, termasuk perempuan, untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi. Semakin banyak kader yang terlibat secara aktif, semakin luas pula ruang pengabdian yang bisa dilakukan kepada masyarakat," ujarnya.
Dengan struktur di 20 kecamatan, DPC PKB Kota Bandar Lampung menargetkan penguatan koordinasi, peningkatan partisipasi kader, dan hubungan lebih erat dengan masyarakat. Pengurus DPAC diharapkan menyerap aspirasi warga dan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Zam menegaskan konsolidasi mesti berlanjut pada kerja nyata yang dirasakan warga. Struktur yang rapi dinilai belum berarti tanpa pergerakan kader di lapangan.
"Bagi kami, konsolidasi bukan sekadar menyusun struktur kepengurusan. Yang lebih penting adalah bagaimana struktur itu bekerja, kader bergerak, aspirasi masyarakat tersampaikan, dan kehadiran partai memberikan manfaat. Kami ingin seluruh pengurus bergerak bersama, menjaga soliditas, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat," tuturnya.