Jeff Bezos-Backed Slate Auto Mulai Terima Pesanan Truk Listrik Murah pada 24 Juni

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 20:49:51 WIB
Slate Auto mulai buka pemesanan truk listrik terjangkau pada 24 Juni 2024.

Slate Auto mengkonfirmasi jadwal pemesanan truk listrik perdananya melalui pemberitahuan email kepada pelanggan potensial. Startup yang berbasis di AS ini menjanjikan kendaraan dengan harga terjangkau dan desain modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Langkah ini menjadi ujian pertama bagi Slate di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik Amerika Utara.

Harga Terjangkau Tanpa Subsidi Pajak

Keputusan Slate untuk tidak bergantung pada kredit pajak federal menjadi pembeda utama dari kompetitor. Sebagian besar produsen EV, termasuk Tesla dan Rivian, mengandalkan insentif ini untuk menekan harga akhir konsumen. Slate memilih strategi efisiensi produksi dan rantai pasok untuk menjaga banderol tetap rendah.

“Kami fokus pada nilai yang bisa diberikan langsung ke pelanggan, bukan pada apa yang bisa diklaim dari pemerintah,” demikian isi email yang dikirimkan Slate kepada calon pembeli. Belum ada angka pasti harga yang diumumkan, namun Slate sebelumnya menyebut target harga di bawah USD 25.000 (sekitar Rp 400 juta).

Pendanaan Jeff Bezos dan Ambisi Pasar Massal

Slate Auto didirikan pada 2021 oleh sekelompok mantan insinyur Tesla dan Ford. Jeff Bezos, melalui Bezos Expeditions, masuk sebagai investor awal pada 2022. Dukungan dari pendiri Amazon ini memberi Slate modal untuk membangun pabrik perakitan di Texas dan jaringan pemasok baterai sendiri.

Berbeda dengan Rivian yang menyasar segmen premium atau Ford F-150 Lightning yang dibanderol tinggi, Slate menargetkan pembeli kelas pekerja. Truk ini dirancang untuk menggantikan kendaraan kerja harian dengan biaya operasional lebih rendah. Desain modular memungkinkan pengguna mengganti kabin belakang sesuai kebutuhan—dari bak terbuka hingga unit pendingin.

Pasar Indonesia Belum Masuk Radar

Slate belum mengumumkan rencana ekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Truk listrik ini hanya akan dijual di Amerika Serikat pada tahap awal. Kebijakan pajak dan infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih menjadi hambatan utama bagi masuknya EV buatan startup asing.

Namun, jika Slate berhasil mempertahankan harga rendah dan keandalan, bukan tidak mungkin truk ini menarik minat konsumen Indonesia. Segmen kendaraan niaga ringan listrik di dalam negeri masih kosong, dengan dominasi mobil pikap bermesin diesel seperti Mitsubishi L300 dan Suzuki Carry.

Jadwal Pemesanan dan Pengiriman

Pemesanan dibuka melalui situs resmi Slate Auto pada 24 Juni pukul 10.00 waktu setempat. Pelanggan diminta membayar deposit refundable sebesar USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta). Slate menargetkan pengiriman pertama ke pelanggan pada kuartal IV 2025, dengan produksi massal penuh pada awal 2026.

Startup ini juga membuka opsi test drive virtual melalui aplikasi augmented reality yang bisa diunduh mulai pekan depan. Langkah ini diambil untuk menjangkau calon pembeli di negara bagian yang belum memiliki diler resmi Slate.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: howtogeek.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top