Pencarian

Review Poco F8 Pro: Snapdragon 8 Elite dan Baterai 6.210 mAh di Harga Rp 9 Jutaan

Senin, 24 Agustus 2026 • 08:25:01 WIB
Review Poco F8 Pro: Snapdragon 8 Elite dan Baterai 6.210 mAh di Harga Rp 9 Jutaan
Poco F8 Pro resmi diluncurkan dengan chipset Snapdragon 8 Elite dan baterai 6.210 mAh di harga Rp 9 jutaan.

LAMPUNG — Poco kembali menunjukkan taringnya di segmen flagship terjangkau lewat F8 Pro. Ponsel ini bukan sekadar HP murah dengan spesifikasi tinggi, melainkan bukti bahwa pengalaman flagship bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek lebih dari Rp 15 juta. Dalam pengujian selama dua pekan, F8 Pro tampil sebagai paket paling menarik di rentang harga £400-£500 (sekitar Rp 8,3-10,4 juta).

Yang membuat F8 Pro berbeda dari pendahulunya adalah kehadiran lensa telefoto 2,5x untuk pertama kalinya di lini Pro. Poco juga menyematkan chipset flagship generasi pertama, layar OLED 120Hz yang sangat terang, serta teknologi pengisian daya 100W yang mengisi baterai 6.210 mAh hanya dalam 42 menit.

Spesifikasi Utama

  • Chipset: Snapdragon 8 Elite (generasi pertama)
  • RAM & Penyimpanan: 12GB LPDDR5X + 256GB/512GB UFS 4.0
  • Layar: OLED 6,59 inci, refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3.500 nits, Gorilla Glass 7i
  • Kamera Belakang: 50MP (utama, OIS) + 50MP (telefoto 2,5x) + 8MP (ultrawide)
  • Kamera Depan: 20MP
  • Baterai: 6.210 mAh, charging 100W
  • Ketahanan: IP68 (tahan debu dan air)
  • Sistem Operasi: HyperOS 3.0 berbasis Android 16

Performa: Kencang untuk Sehari-hari, Panas saat Gaming Berat

Snapdragon 8 Elite di dalam Poco F8 Pro adalah prosesor yang sama dengan yang dipakai Galaxy S25 Ultra tahun lalu. Konsekuensinya, HP ini terbang saat dipakai multitasking, scrolling media sosial, atau bermain game ringan. Bahkan emulasi game Nintendo Switch pun sanggup dijalankan, sesuatu yang jarang bisa dilakukan HP di kelas harga ini.

Sayangnya, Poco memilih performa mentah daripada manajemen termal yang adil. Saat dipaksa menjalankan game 3D berat dalam waktu lama, bingkai aluminium dan modul kameranya terasa hangat. Ini bukan masalah fatal, tapi cukup terasa di telapak tangan.

Untungnya, pemindai sidik jari dalam layar di F8 Pro adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada. Sensor ini tetap akurat dan responsif bahkan saat jari basah atau berkeringat—sesuatu yang jarang ditemui di HP sekelasnya.

Layar dan Baterai: Dua Andalan Utama

Layar 6,59 inci adalah ukuran ideal menurut banyak pengguna: cukup luas untuk menonton video, tapi tetap nyaman digenggam. Panel OLED-nya memukau dengan reproduksi warna akurat (96,5% gamut DCI-P3) dan kecerahan puncak 3.500 nits yang membuat layar tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung. Refresh rate 120Hz-nya memang bukan tipe LTPO, tapi software secara otomatis beralih antara 60Hz dan 120Hz untuk menghemat daya.

Daya tahan baterai adalah senjata utama F8 Pro. Dengan pemakaian normal, ponsel ini bisa bertahan hingga dua hari penuh. Angka screen-on-time mencapai 7-9 jam, setara dengan flagship Rp 20 jutaan. Ketika baterai habis, pengisian 100W mengisi penuh dalam 42 menit—hampir tiga kali lebih cepat dari Google Pixel 10a.

Kamera: Telefoto Baru, Tapi Bukan yang Terbaik

Penambahan lensa telefoto 50MP dengan zoom optik 2,5x adalah langkah berani Poco. Sayangnya, lensa ini tidak dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS). Hasilnya, foto zoom sering blur jika tangan tidak benar-benar diam. Ironisnya, potongan 2x dari sensor utama 50MP justru menghasilkan foto lebih tajam daripada lensa telefoto tersebut.

Kamera utama 50MP dengan sensor Light Fusion 800 menghasilkan foto siang hari yang sangat baik: rentang dinamis lebar, warna natural, dan detail tajam. Namun, kamera ultrawide 8MP dan kamera selfie 20MP terasa biasa saja. Perekaman video selfie juga dibatasi 1080p, sementara kamera belakang bisa merekam hingga 8K 30fps.

HyperOS 3.0: Fitur Lengkap, Tapi Diwarnai Iklan

HyperOS 3.0 menawarkan beberapa fitur menarik, seperti Hyper Island yang meniru Dynamic Island milik Apple, dan Hyper Connect untuk berbagi file lintas perangkat, termasuk ke iPhone dan PC. Animasi dan transisinya juga mulus, setara flagship.

Namun, Poco harus menutup margin tipisnya dengan menampilkan iklan sistem di aplikasi bawaan seperti Themes, Files, dan Security. Ada juga banyak aplikasi pre-installed yang bisa dihapus. Dukungan pembaruan software juga hanya empat tahun untuk update Android dan lima tahun patch keamanan—di bawah standar Samsung atau Google.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Poco F8 Pro diluncurkan di Inggris dengan harga £599 (sekitar Rp 12,4 juta), dan kini turun menjadi £449 (sekitar Rp 9,3 juta) untuk varian 256GB. Varian 512GB dibanderol £499 (sekitar Rp 10,4 juta). Sayangnya, ponsel ini tidak dipasarkan resmi di Amerika Serikat dan Australia.

Untuk pasar Indonesia, Poco biasanya merilis seri F dengan harga lebih agresif. Dengan kurs Rp 20.800 per GBP (perkiraan), harga lokal diprediksi berada di kisaran Rp 7-9 jutaan, menjadikannya pesaing berat bagi Samsung Galaxy A57 dan Google Pixel 10a.

Kesimpulan: Layak Beli untuk Siapa?

Poco F8 Pro adalah pilihan tepat bagi Anda yang mengutamakan performa mentah, daya tahan baterai, dan kecepatan charging di atas segalanya. Ini adalah HP tercepat di kelas harganya, dengan layar dan baterai yang mengalahkan kompetitor.

Namun, jika fotografi adalah prioritas utama, atau Anda tidak tahan dengan iklan di sistem operasi, sebaiknya pertimbangkan opsi lain. Poco F8 Pro adalah HP yang luar biasa dengan kompromi yang jujur—Anda mendapatkan 80% pengalaman flagship dengan harga 60% dari flagship sebenarnya.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks