LAMPUNG SELATAN — Suasana di atas dek KM Mutiara Persada III kian memanas, Sabtu (16/5/2026). Para sopir yang sedianya hanya menempuh perjalanan singkat dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Panjang, Bandar Lampung, justru harus menjalani ujian kesabaran di tengah laut tanpa kepastian.
Kapal dilaporkan tak mampu melanjutkan pelayaran sejak Rabu malam. Sempat ada harapan saat mesin diperbaiki dan kapal berjalan beberapa saat, namun sekitar pukul 10.00 WIB, gangguan mesin kembali muncul dan membuat kapal mati total.
Bukan sekadar soal waktu yang terbuang. Di dalam perut kapal, puluhan truk mengangkut berton-ton bahan pakan ternak yang menunggu distribusi. Mono, salah satu sopir yang ikut terjebak, mengaku muatannya adalah pakan ayam yang harus segera sampai ke konsumen di Bandar Lampung.
"Tujuan saya ke Panjang untuk kebutuhan pakan ayam," ujarnya, menyiratkan kekhawatiran akan nasib ternak di darat yang mungkin mulai kelaparan.
Total, diperkirakan ada 80 hingga 90 kendaraan berbagai jenis yang memenuhi dek kapal. Masing-masing membawa muatan berbeda, namun semuanya terancam terlambat tiba di tangan konsumen. Rantai logistik di darat pun ikut terhambat.
Ketegangan para sopir terus meninggi. Mereka sudah berulang kali melontarkan protes dan mendesak pihak kapal memberi kejelasan. Namun, jawaban yang diterima sejauh ini masih sebatas janji teknis.
"Kami sudah melapor dan menanyakan solusi. Informasinya, kapal akan ditarik (towing). Katanya teknisi juga akan datang pukul 12.00 WIB untuk memperbaiki mesin," ungkap Mono.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak operator kapal mengenai penyebab pasti kerusakan mesin maupun estimasi waktu evakuasi. Para sopir masih bertahan di atas kapal, menanti kabar yang tak kunjung pasti sementara muatan mereka terus tertahan di tengah laut.