BANDAR LAMPUNG — Rapat pembahasan strategi pengembangan potensi desa ekspor digelar di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung. Pemprov Lampung menekankan bahwa desa harus menjadi bagian dari rantai pasok ekspor yang terukur, aman, dan memberi nilai tambah, bukan hanya pemasok bahan mentah.
Pemetaan komoditas potensi produk desa menjadi langkah pembuka. Pemetaan itu mencakup ketersediaan dan kontinuitas bahan baku, pelaku usaha, kapasitas produksi, fasilitas pendukung, kesiapan pengolahan, standar mutu, serta peluang pasar.
Perangkat Daerah Dampingi Desa dari Hulu ke Hilir
Perangkat daerah terkait akan memberikan pendampingan sesuai tugas dan kewenangannya. Pendampingan berjalan mulai dari pemetaan potensi, penguatan kapasitas produksi, peningkatan mutu, pemenuhan standar dan sertifikasi, pengolahan dan pengemasan, hingga kesiapan produk memenuhi persyaratan pasar.
Sinergi lintas perangkat daerah diarahkan untuk membantu desa dan pelaku usaha mengatasi kendala pengembangan produk. Koordinasi juga dilakukan dengan calon pembeli dan mitra pasar agar pengembangan produk sesuai kebutuhan dan persyaratan pasar.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Rantai Pasok Ekspor Desa
Pelaksanaan strategi ini melibatkan pemerintah kabupaten/kota, koperasi desa, BUMDes, kelompok usaha, pelaku UMKM, pelaku usaha pengolahan, eksportir, serta mitra usaha. Penguatan peran masing-masing pihak diperlukan agar proses produksi, pengolahan, standardisasi, hingga pemasaran berjalan terintegrasi.
Pemprov Lampung akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pengembangan potensi desa berjalan terarah. Sinergi dengan pelaku usaha, eksportir, lembaga pendukung, dan calon pembeli menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor yang kompetitif.
Target Nilai Tambah dan Akses Pasar Produk Perdesaan
Melalui langkah tersebut, Pemprov Lampung menargetkan pengembangan potensi desa dilakukan lebih terarah, mulai dari penguatan produksi hingga akses pasar. Upaya ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk desa, memperluas akses pasar, serta membuka peluang ekonomi lebih besar bagi masyarakat perdesaan.