LAMPUNG — Laporan Screen Currency 2026 yang dirilis Screen Australia mengungkap sektor ini mencatat nilai tambah bruto (GVA) sebesar AUD11,1 miliar. Dari jumlah tersebut, layar lebar dan televisi menyumbang AUD10,8 miliar sementara sektor gim digital berkontribusi AUD317 juta.
Kesempatan kerja juga terbagi dalam dua kategori utama. Sektor layar mempekerjakan 66.080 orang, sedangkan pengembangan gim digital menyerap 2.764 tenaga kerja dengan laju pertumbuhan tercepat di industri.
Kontribusi Bluey dan Lonjakan Ekspor Gim
Studi tersebut menempatkan "Bluey" sebagai properti budaya paling bernilai. Serial produksi Ludo Studio ini tercatat sebagai tayangan paling banyak ditonton di AS pada 2025 dan judul Australia paling dikenal di kalangan responden survei internasional.
Ekspor sektor ini mencapai AUD1,6 miliar pada 2023/24. Ekspor gim tumbuh 15,4% per tahun sejak 2016/17, tiga kali lebih cepat dibanding ekspor layar yang hanya naik 4,7% per tahun sejak 2008/09. Kini gim menyumbang seperlima total pendapatan ekspor sektor tersebut.
Kesenjangan Konsumsi Konten Lokal
Meski 84% warga Australia menilai konten lokal penting, hanya 36% yang menganggapnya mudah ditemukan. Dua pertiga penonton menghabiskan kurang dari 30% waktu menonton mereka untuk tayangan lokal.
Kebanggaan nasional tetap kuat. Tiga perempat responden menyatakan konten berkualitas membuat mereka bangga menjadi warga Australia, dan 78% percaya konten lokal membantu melestarikan budaya nasional.
Respon Pemerintah dan Regulasi Streaming
Menteri Seni Australia Tony Burke menghubungkan temuan ini dengan kebijakan kuota konten lokal. Pemerintah tengah menyusun legislasi yang mewajibkan layanan streaming menampilkan jumlah minimum konten Australia.
"Konten Australia membentuk budaya, diskusi, dan pemahaman kita satu sama lain, serta memberi rasa memiliki yang penting," ujar Burke dalam pernyataan resmi.
Daya Tarik Pariwisata dan Kepemilikan IP
Pengakuan internasional terhadap konten Australia juga berdampak pada sektor pariwisata. Setengah responden di delapan pasar global mengaku tertarik mengunjungi Australia setelah menonton film dan TV-nya, dengan India mencatat peningkatan minat tertinggi (51%).
Tantangan kepemilikan kekayaan intelektual masih timpang. Hanya 45% perusahaan gim yang memegang hak penuh atas judul mereka saat rilis perdana, sementara 40% tidak memiliki hak sama sekali. Pelaku industri mengingatkan kesuksesan seperti "Untitled Goose Game" dan "Hollow Knight: Silksong" bergantung pada banyak faktor di luar kendali kreator.
CEO Screen Australia Deirdre Brennan menyebut sektor ini berada di titik transformasi. "Keberhasilan masa depan bergantung pada bisnis yang membangun IP tahan lama, memperkuat hubungan audiens, dan meningkatkan keterjangkauan di pasar yang makin didominasi algoritma," katanya.