Pencarian

Pemerintah Siapkan Bursa Komoditas Icomex untuk Sawit, Nikel, dan Batu Bara, Target Beroperasi 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 • 09:40:32 WIB
Pemerintah Siapkan Bursa Komoditas Icomex untuk Sawit, Nikel, dan Batu Bara, Target Beroperasi 2027
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah menyiapkan bursa komoditas Icomex untuk sawit, nikel, dan batu bara yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

LAMPUNG — Pembentukan bursa komoditas anyar ini pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato tahunan di hadapan DPR. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut dilibatkan dalam penyiapan bursa tersebut. Namun, daftar komoditas yang akan diperdagangkan belum final.

"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Nama Icomex dan Mekanisme Perdagangan Masih Disusun

Selain daftar komoditas, pemerintah masih mematangkan nama resmi bursa. Prasetyo menyebut Indonesia Commodity Exchange atau Icomex menjadi salah satu kandidat kuat. Mekanisme perdagangan dan pembentukan harga juga tengah dirancang dengan mempertimbangkan biaya operasional serta pergerakan harga acuan di pasar global.

"Nanti lah ada mekanismenya. Sama, ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana," sebut Prasetyo.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki bursa komoditas swasta bernama Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang beroperasi sejak 2009. ICDX selama ini memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka untuk berbagai komoditas dan produk derivatif. Keberadaan ICDX pun memunculkan pertanyaan soal nasib bursa tersebut jika Icomex resmi beroperasi.

Nasib ICDX: Integrasi atau Berdiri Sendiri?

Pemerintah belum memutuskan apakah ICDX akan diintegrasikan ke dalam bursa baru atau tetap beroperasi secara terpisah. Prasetyo mengatakan, opsi integrasi masih terbuka dan akan ditentukan setelah pembahasan struktur serta mekanisme bursa selesai.

"Nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," katanya.

Pembentukan Icomex dinilai sebagai langkah strategis untuk mengendalikan harga komoditas unggulan Indonesia. Selama ini, harga CPO, nikel, dan batu bara acap kali ditentukan oleh bursa komoditas di luar negeri, seperti Rotterdam untuk CPO atau London Metal Exchange untuk nikel. Dengan adanya bursa sendiri, pemerintah berharap posisi tawar Indonesia di pasar global meningkat.

"Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. Tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak," tegas Prasetyo.

Dampak bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi pelaku industri sawit, nikel, dan batu bara, kehadiran bursa domestik berpotensi mengubah cara mereka melakukan hedging dan transaksi ekspor. Jika mekanisme harga acuan sudah terbentuk di dalam negeri, pelaku usaha tidak lagi sepenuhnya bergantung pada indeks harga internasional yang kerap volatil.

Investor juga perlu mencermati perkembangan ini karena pembentukan bursa komoditas dapat mempengaruhi pergerakan saham emiten komoditas di Bursa Efek Indonesia. Namun, hingga saat ini pemerintah belum merinci lebih lanjut mengenai struktur kepemilikan, tata kelola, maupun teknis operasional Icomex.

Sebelum bursa ini resmi berjalan pada awal 2027, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah pembahasan krusial. Mulai dari penetapan daftar komoditas final, mekanisme pembentukan harga, hingga kepastian hubungan dengan ICDX yang sudah lebih dulu eksis.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks