TUBABA — Sebanyak 15 Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Provinsi Lampung mengirimkan kader terbaiknya dalam Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 yang digelar di Kompleks PKU Muhammadiyah Tulang Bawang Barat, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi perempuan Muhammadiyah dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan.
Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya hadir langsung dalam pembukaan perkemahan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Tubaba sebagai tuan rumah penyelenggaraan.
Peran Strategis Kader Aisyiyah dalam Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, Novriwan menegaskan bahwa kader Aisyiyah memiliki posisi penting dalam menggerakkan umat dan masyarakat. Ia secara khusus meminta seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota masing-masing.
“Pemerintah Kabupaten Tubaba menyambut baik pelaksanaan Aisyiyah Cadre Camp 2026. Semoga kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas kepemimpinan kader, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Bupati menyebut fokus utama kolaborasi tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, tiga sektor ini menjadi kunci dalam mencetak generasi emas yang berkarakter.
Pemkab Tubaba Buka Ruang Kolaborasi untuk Pendidikan dan Ekonomi
Novriwan memastikan pemerintah kabupaten terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Langkah ini diambil untuk mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang sumber daya manusia, kesehatan, dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan.
“Kegiatan kaderisasi seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Target ACC 2026: Lahirkan Kader Pemandu dan Ide Inovatif
Ketua PWA Lampung Enizar menjelaskan, perkemahan kader ini dirancang untuk mencetak kader perempuan yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan integritas. Para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi maupun pembangunan di tengah masyarakat.
“Melalui Cadre Camp ini, ‘Aisyiyah berkomitmen untuk melahirkan ide-ide inovatif dan mencetak kader pemandu yang siap diterjunkan langsung ke masyarakat,” tandasnya.
Konsolidasi total dari seluruh PDA se-Lampung ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang sejalan dengan arah pembangunan daerah. Setelah acara pembukaan, Bupati bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah wilayah Lampung meninjau langsung lokasi perkemahan.