BANDAR LAMPUNG — Jumlah pengangguran di Provinsi Lampung bertambah dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data Sakernas yang dirilis BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 naik 0,02 persen poin dibandingkan periode survei sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan bahwa penambahan angka pengangguran ini terjadi di tengah bertambahnya penduduk usia kerja yang mencapai 7.265.490 orang pada Mei 2026. Jumlah tersebut naik 24.460 orang atau 0,34 persen dari Februari 2026.
Angka Pengangguran Perempuan dan Sarjana Paling Tinggi
Data BPS menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar antara pengangguran laki-laki dan perempuan. TPT laki-laki tercatat 3,84 persen, sementara TPT perempuan menyentuh 4,19 persen. Meski begitu, trennya berbeda: TPT laki-laki naik 0,38 persen poin, sedangkan TPT perempuan justru turun 0,60 persen poin.
Fenomena yang lebih mencolok justru terjadi di kalangan terdidik. Lulusan Diploma I/II/III dan Universitas memiliki TPT tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain, yakni 7,92 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan lulusan SD ke bawah yang hanya 1,47 persen.
"Pada Mei 2026, TPT laki-laki sebesar 3,84 persen, lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 4,19 persen. Dibandingkan Februari 2026, TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,60 persen poin," jelas Ahmadriswan dalam keterangan resminya.
Kota Jauh Lebih Sulit Cari Kerja Dibanding Desa
Jurang pengangguran juga terlihat jelas antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Lampung. TPT di daerah perkotaan mencapai 6,15 persen—lebih dari dua kali lipat dibandingkan perdesaan yang hanya 2,54 persen.
Namun, arah perubahannya menarik. Sepanjang Februari hingga Mei 2026, pengangguran perkotaan justru meningkat 0,55 persen poin, sementara perdesaan berhasil menekan angkanya hingga turun 0,33 persen poin. Kondisi ini mengindikasikan daya serap pasar kerja di desa mulai membaik, sementara kota-kota di Lampung justru mengalami perlambatan.
Apa Arti TPT bagi Pencari Kerja di Lampung?
TPT merupakan indikator utama untuk mengukur proporsi angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja. Semakin tinggi angkanya, semakin besar pula pasokan tenaga kerja yang tidak termanfaatkan.
Dengan pola data yang ada, tantangan terbesar pemerintah daerah saat ini bukan hanya menambah lapangan kerja, tetapi juga menyelaraskan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Sementara itu, kelompok berpendidikan rendah justru lebih mudah terserap, kemungkinan besar karena tersedianya pekerjaan di sektor pertanian dan informal yang dominan di perdesaan Lampung.