LAMPUNG — Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., memimpin langsung dua tim personel dalam kegiatan tersebut. Tim pertama bertugas menanam bibit jagung hibrida merek Perkasa Sakti, sementara tim kedua melakukan perawatan berupa pemupukan dan pencabutan tanaman liar yang berpotensi mengganggu pertumbuhan jagung utama.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap program swasembada pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia," ujar Donny dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8).
Optimalisasi Lahan Perbatasan untuk Ketahanan Pangan
Donny menegaskan bahwa optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan produktivitas tanaman pangan merupakan langkah strategis, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari pengabdian untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong produktivitas lahan secara berkelanjutan dan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam program ketahanan pangan. Sinergi antara kepolisian dan warga di Kecamatan Entikong dinilai penting untuk memastikan lahan pertanian di perbatasan tetap produktif.
Sinergi Polri dalam Pembangunan Nasional
Penanaman jagung hibrida ini menjadi salah satu rangkaian dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah. Dengan terjun langsung ke lapangan, personel kepolisian menunjukkan komitmen nyata dalam membantu merealisasikan target ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kegiatan di Demplot 10 dan 11 tersebut juga menjadi simbol penguatan sinergi antara aparat keamanan dan petani lokal. Polsek Entikong berkomitmen melanjutkan pendampingan dan perawatan tanaman jagung hingga masa panen, memastikan program ini memberikan hasil yang optimal bagi ketahanan pangan di Kabupaten Sanggau.