Pencarian

Rata-Rata Lama Sekolah di Tulang Bawang Hanya 7,9 Tahun pada 2025, Terendah Kedua di Lampung

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 18:28:32 WIB
Rata-Rata Lama Sekolah di Tulang Bawang Hanya 7,9 Tahun pada 2025, Terendah Kedua di Lampung
Suasana kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang rata-rata lama sekolah penduduknya hanya 7,9 tahun pada 2025.

TULANG BAWANG — Capaian rata-rata lama sekolah di Kabupaten Tulang Bawang masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Provinsi Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka RLS di kabupaten ini mencapai 7,9 tahun pada 2025, lebih rendah dari rata-rata provinsi yang tercatat 8,61 tahun.

Capaian ini juga berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,07 tahun. Artinya, secara rata-rata, penduduk Tulang Bawang hanya menamatkan pendidikan hingga kelas 7 SMP atau sekitar tahun pertama sekolah menengah pertama.

Peringkat RLS Tulang Bawang di Lampung

Dari 15 kabupaten/kota di Lampung, Tulang Bawang menempati urutan ke-12. Posisi ini hanya lebih baik dari Kabupaten Mesuji yang mencatatkan RLS terendah sebesar 7,3 tahun. Sementara itu, Kota Metro menjadi daerah dengan RLS tertinggi di provinsi ini, mencapai 11,19 tahun.

Berikut lima daerah dengan rata-rata lama sekolah tertinggi di Lampung pada 2025:

  • Kota Metro: 11,19 tahun
  • Kota Bandar Lampung: 11,11 tahun
  • Kabupaten Pesisir Barat: 8,76 tahun
  • Kabupaten Pringsewu: 8,72 tahun
  • Kabupaten Lampung Utara: 8,63 tahun

Perbaikan 0,25 Tahun dalam Setahun Terakhir

Meski masih rendah, angka RLS Tulang Bawang menunjukkan tren perbaikan. Dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 7,65 tahun, angka ini naik 0,25 tahun atau sekitar 3,27 persen.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pertumbuhan RLS di kabupaten ini mencapai 0,41 tahun atau meningkat 5,47 persen. Kendati demikian, laju perbaikan ini masih belum mampu mengejar ketertinggalan dari rata-rata provinsi dan nasional.

Indikator RLS menjadi salah satu ukuran penting untuk menilai kualitas sumber daya manusia di suatu daerah. Angka yang rendah mencerminkan masih banyaknya penduduk yang tidak menuntaskan pendidikan wajib belajar, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dalam memperluas akses dan partisipasi sekolah.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks