Pencarian

Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat, Target Kurangi Abrasi Pesisir

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:28:02 WIB
Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat, Target Kurangi Abrasi Pesisir
Relawan TelkomGroup bersama masyarakat menanam bibit mangrove di pesisir Desa Kedungmalang, Jepara, dan Desa Golo Sepang, Manggarai Barat.

LAMPUNG — TelkomGroup tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga mulai serius merawat lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Dua titik penanaman dipilih berdasarkan kebutuhan ekologis: Desa Kedungmalang di Jepara yang pesisirnya tergerus abrasi, dan Desa Golo Sepang di Manggarai Barat yang memiliki nilai ekologis tinggi. Masing-masing lokasi menerima 10.000 bibit mangrove.

Kegiatan ini melibatkan relawan dari holding company, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses. Mereka turun langsung bersama masyarakat dan pemerintah setempat untuk menanam bibit di kawasan pesisir.

Mengapa Mangrove Menjadi Prioritas?

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menegaskan bahwa setiap aktivitas operasional perusahaan harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat mereka hadir. "Kami memandang setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Penanaman mangrove bukan sekadar seremoni. Akar tanaman ini terbukti efektif meredam gelombang pasang, mencegah abrasi, dan menjadi habitat alami berbagai biota laut. Di sisi lain, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon hingga empat kali lebih tinggi dibanding hutan tropis daratan, menjadikannya instrumen alami untuk mitigasi perubahan iklim.

Rumah Edukasi Mangrove di NTT

Di Manggarai Barat, program penanaman dilengkapi dengan aktivasi Rumah Edukasi Mangrove. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Warga sekitar tidak hanya diajak menanam, tetapi juga memahami cara merawat ekosistem mangrove agar manfaatnya berkelanjutan.

VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menekankan bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. "TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," katanya.

Realisasi 179 Ribu Bibit Mangrove

Sepanjang 2024 hingga 2026, TelkomGroup telah merealisasikan penanaman 179.150 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Angka ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan, bukan sekadar proyek tahunan.

Upaya ini sejalan dengan target pembangunan rendah karbon nasional. Bagi TelkomGroup, pelestarian lingkungan dan pengembangan bisnis digital berjalan paralel. Infrastruktur telekomunikasi yang mereka bangun di daerah pesisir membutuhkan ekosistem yang stabil, dan mangrove menjadi benteng alami yang menjaga keseimbangan tersebut.

Dengan total 20 ribu bibit baru di dua kabupaten, TelkomGroup memperkuat posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata pada ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks